IHSG Menguat Tipis di Tengah Aksi Jual Investor Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,20 poin ke posisi 6.351,34 pada perdagangan sesi pertama Kamis, 6 Agustus 2026. Pergerakan indeks saham domestik ini bertahan di zona hijau di tengah tekanan aksi jual investor asing.
Berdasarkan data perdagangan bursa, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.388,20 sebelum akhirnya bergerak fluktuatif. Nilai transaksi pasar saham mencapai Rp10,37 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 34,72 miliar lembar saham.
Aksi jual bersih (net sell) investor asing tercatat mencapai Rp339,05 miliar pada sesi pertama, terutama melanda saham sektor tambang dan teknologi. Tekanan tersebut melanjutkan tren aksi jual asing yang secara tahun berjalan (YTD) telah menembus Rp95,01 triliun.
Di sisi lain, saham-saham milik Grup Bakrie mendominasi nilai transaksi tertinggi pada sesi pertama. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan transaksi Rp544,3 miliar dengan kenaikan harga 1,12 persen, sedangkan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat transaksi Rp499,91 miliar dan melonjak 9,90 persen.
Sementara itu, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dibuka stagnan di posisi Rp6.450 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan hari yang sama, dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp787 triliun.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan teknikal.
"Pergerakan IHSG masih melanjutkan momentum penguatannya setelah membentuk pola upward bar yang kedua kalinya. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, bahkan MA20&60 mulai membentuk pola golden cross, didukung kenaikan volume," kata Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.
Penguatan pasar saham domestik turut ditopang rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan, memicu optimisme investor terhadap kinerja emiten.