AUM Reksadana Syariah Tumbuh 11,71 Persen per Juli 2026

Share

Dana kelolaan reksadana syariah berhasil tumbuh 11,71 persen secara year to date hingga mencapai Rp93,21 triliun per Juli 2026. Pertumbuhan ini terjadi di tengah tekanan Indeks Saham Syariah Indonesia yang bergerak melemah sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat pangsa pasar reksadana syariah kini telah menyentuh angka 14,05 persen. Selain reksadana, instrumen sukuk korporasi juga mengalami kenaikan sebesar 7,86 persen secara year to date pada periode yang sama.

Tingginya daya tarik instrumen investasi syariah ini disampaikan oleh OJK dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026 pada Selasa, 4 Agustus 2026. Volatilitas pasar modal domestik dinilai belum menghambat tren positif penghimpunan dana pada sektor tersebut.

"Pada industri keuangan syariah, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) secara ytd masih mencatatkan pelemahan sejalan dengan IHSG. Namun demikian, asset under management (AUM) reksadana syariah meningkat 11,71% ytd dan sukuk korporasi tumbuh 7,86% ytd," ujar Hernawan Bekti Sasongko, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

Guna memperkuat pertumbuhan sektor ini, OJK terus memperluas program edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi investor serta memperdalam pemahaman terhadap instrumen berbasis syariah, sebagaimana dilansir dari Kontan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author