Analis Kripto Sebut Bitcoin Masuk Zona Undervalued

Share

Aset kripto Bitcoin dinilai kembali memasuki area harga murah atau undervalued berdasarkan hasil analisis indikator on-chain dari CryptoQuant pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kondisi pasar saat ini menunjukkan tingkat minat investor yang berada di level terendah, serupa dengan pola pembentukan dasar harga pada siklus-siklus sebelumnya. Analis CryptoQuant, Crypto Dan, menjelaskan bahwa posisi Bitcoin saat ini mencerminkan fase akhir dari tren penurunan pasar.

"Bitcoin saat ini berada di zona yang sangat undervalued," tulis Crypto Dan.

Ia menambahkan bahwa indikator siklus menunjukkan penurunan sentimen pasar yang drastis. "Dari perspektif siklus, Bitcoin tampaknya telah mencapai posisi yang mirip dengan titik terendah historisnya di masa lalu," lanjutnya.

Meskipun demikian, indikator tersebut tidak dapat memastikan apakah harga saat ini merupakan titik terendah absolut. "Indikator ini menunjukkan bahwa pelaku pasar sama tidak tertariknya dengan pasar kripto seperti pada titik-titik terendah sebelumnya," tulisnya.

Kondisi ini sering kali dianggap sebagai fase akumulasi bagi para investor. "Melihat ke depan ke siklus bull berikutnya, yang diperkirakan akan dimulai sekitar tahun 2027, tidak ada keraguan bahwa rentang saat ini mewakili zona undervalued," ujarnya. Sementara itu, analis CryptoQuant lainnya, Amr Taha, mencatat bahwa indikator Bitcoin Mayer-Puell Valuation Composite telah memasuki zona undervalued untuk ketiga kalinya sejak 1 Februari 2026.

Indikator tersebut sempat menyentuh level 15,77 pada 2 Juli 2026, berada di bawah ambang batas penting 20, sebelum akhirnya pulih ke kisaran 25,4.

"Indikator ini bukan sinyal trading tunggal, melainkan alat penilaian valuasi Bitcoin," ungkap Amr Taha. Di sisi lain, investor Michael Terpin memberikan pandangan berbeda dengan memperkirakan Bitcoin masih berpotensi jatuh hingga kisaran 43.500 dolar AS atau turun sekitar 66 persen dari puncak tertinggi pada Oktober 2025. "Salah satu ciri khas dari dasar adalah bahwa harga tidak langsung memantul kembali," kata Terpin.

Ia menilai penurunan tajam yang terjadi belum cukup untuk mengonfirmasi titik terendah pasar.

"Saya pikir kita masih mengikuti halving," kata Terpin. Ia menolak anggapan bahwa masuknya investor institusional dan produk ETF spot telah menghapus pola siklus empat tahunan.

"Institusi benar-benar menjual," tegasnya. Terpin juga membandingkan investasi langsung pada Bitcoin dengan kepemilikan saham perusahaan yang mengoleksi aset digital tersebut.

"Secara historis, Anda akan mendapatkan hasil lebih baik jika membeli Strategy di titik terendah dan kemudian menjualnya di titik tertinggi daripada membeli Bitcoin," katanya kepada Cointelegraph. Dalam analisis teknikal terpisah, analis Ardi menyebut pergerakan harga Bitcoin saat ini tertahan di area likuiditas utama antara 61.500 hingga 62.000 dolar AS. Penutupan harga harian di bawah level tersebut berpotensi mendorong penurunan lebih lanjut ke area 57.000 hingga 60.000 dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Bitcoin finansial kripto
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author