Pemprov Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama dengan Potensi Ekonomi Rp 20,2 Triliun
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur menjalin kerja sama di berbagai sektor dengan potensi ekonomi mencapai Rp 20,2 triliun, sebagaimana ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Potensi ekonomi tersebut mencakup perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, serta dukungan proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN). Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, serta kepala OPD, BUMD, asosiasi, dan bupati/walikota masing-masing provinsi.
Gubernur Ahmad Luthfi berharap perjanjian kerja sama itu segera direalisasikan, sehingga meski menghadapi keterbatasan fiskal dan tantangan geopolitik global, pembangunan wilayah tetap dapat berjalan.
"Saya berharap perjanjian kerja sama tersebut segera kita realisasikan kegiatannya, sehingga dengan adanya keterbatasan fiskal dan geopolitik dunia, tetap bisa melakukan upaya-upaya pembangunan wilayah," ujar Ahmad Luthfi.
Gubernur Rudy Mas'ud menyebut kerja sama ini sebagai kolaborasi yang saling menguntungkan antara Jateng dan Kaltim. Kaltim memiliki sumber daya alam, sedangkan Jateng unggul di industri pengolahan dan UMKM.
"Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Supaya kita tidak tergantung dengan APBN ataupun dana transfer pusat ke daerah," kata Rudy Mas'ud.
Rudy juga mencontohkan kerjasama saling melengkapi, seperti kebutuhan beras di Kaltim yang dipasok hampir 10 ribu ton dari Jateng, sementara Jateng membutuhkan pasokan batubara sebanyak 1,5 juta ton untuk keperluan industri dan PLTU, serta minyak kelapa sawit (CPO) yang juga dikirim ke Jateng.
"Penduduk Kaltim ini hanya sekitar 4,2 juta jiwa, Jawa Tengah sampai 38 juta jiwa. Produksi batubara dan CPO kami melimpah. Jadi kita sama-sama saling melengkapi. Intinya bahwa ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa," ujar Rudy Mas'ud.
Potensi ekonomi Rp 20,2 triliun tersebut merupakan agregasi dari berbagai bentuk potensi kerja sama, bukan seluruhnya transaksi tunai atau investasi baru dalam satu waktu.
Di sektor pangan, potensi perdagangan komoditas dari Jateng ke Kaltim termasuk telur 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, dan beras 6.119 ton, dengan nilai transaksi sekitar Rp 237,75 miliar. Pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan memiliki potensi nilai sekitar Rp 2,1 triliun per tahun.
Potensi kerja sama di sektor perindustrian dan perdagangan sekitar Rp 36 miliar per tahun, sementara sektor kelautan dan perikanan diarahkan memperkuat perdagangan dan rantai pasok dengan nilai sekitar Rp 2,238 miliar per tahun.
Kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjanjikan, dengan estimasi transaksi langsung sekitar Rp 21 miliar per tahun dan efek berganda sektor pariwisata sekitar Rp 36 miliar per tahun.
Dari sisi BUMD, sinergi antara Bank Jateng dan Bank Kaltimtara memiliki potensi aktivitas bisnis terbesar dengan nilai sekitar Rp 15 triliun per tahun.
Selain itu, kerja sama Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim melalui skema co-guarantee untuk proyek di IKN memiliki proyeksi nilai proyek sekitar Rp 1,34 triliun, dengan potensi imbal jasa penjaminan Rp 3,452 miliar per tahun.