Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 Menjadi Rp 2.679.000 per Gram

Share

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan harga emas batangan sebesar Rp 50.000 menjadi Rp 2.679.000 per gram di laman resmi Logam Mulia pada Kamis (6/8/2026). Pada hari sebelumnya, harga emas Antam masih berada di level Rp 2.629.000 per gram.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada harga transaksi beli kembali atau buyback emas Antam yang melesat Rp 90.000 per gram. Angka tersebut mendorong harga buyback Antam ke posisi Rp 2.490.000 per gram dari perdagangan sebelumnya.

Pergerakan nilai jual dan buyback logam mulia ini terus mengalami fluktuasi tajam seiring dinamika pasar harian. Catatan rekor tertinggi emas Antam sendiri pernah diraih pada 29 Januari 2026 dengan angka Rp 3.168.000 per gram dan buyback Rp 2.989.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam (Kamis, 6/8/2026)
Ukuran Harga (Rp)
0,5 gram 1.389.500
1 gram 2.679.000
2 gram 5.298.000
3 gram 7.922.000
5 gram 13.170.000
10 gram 26.285.000
25 gram 65.587.000
50 gram 131.095.000
100 gram 262.112.000
250 gram 655.340.000 (pre-order)
500 gram 1.309.820.000 (pre-order)
1.000 gram 2.619.600.000 (pre-order)

Kenaikan di pasar domestik sejalan dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot sebesar 4,3% menjadi US$ 4.252,74 per ounce pada Rabu (5/8/2026). Sementara itu, emas berjangka AS turut menguat 3,7% menuju level US$ 4.305,20 per ounce yang dipicu oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi AS.

"Dua hari penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar AS selama sepekan tampaknya membuka jalan bagi kenaikan harga emas dan perak," kata pedagang logam independen Tai Wong.

Faktor geopolitik di Timur Tengah dan proyeksi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga menjadi fokus perhatian para pelaku pasar global. Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid menyatakan bahwa pengetatan kebijakan masih diperlukan guna menekan inflasi ke target 2%.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari berpendapat saat ini merupakan momen tepat untuk memulai kenaikan suku bunga secara bertahap. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memproyeksikan peluang sebesar 57% bagi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author