Kebakaran Hutan di Ketapang Menewaskan Seorang Warga
Seorang pria berusia 26 tahun bernama Taufik Hidayat meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (6/8/2026).
Insiden maut tersebut diduga terjadi sewaktu korban memaksakan diri menerobos gumpalan asap pekat karhutla saat perjalanan pulang pada Selasa (4/8) malam. Kondisi asap tebal di lokasi kejadian membuat korban mengalami krisis oksigen hingga pingsan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab insiden yang menimpa korban tersebut.
"Korban diduga menerobos kepulan asap saat hendak pulang. Kemungkinan karena kekurangan oksigen korban pingsan," kata Yunifar Purwantoro, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang.
Sesudah kehilangan kesadaran, korban terjatuh ke area tepi jalan yang tengah dilalap si jago merah hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
"Kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat api sehingga korban meninggal dalam keadaan terbakar," ujar Yunifar Purwantoro, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang.
Selain merenggut nyawa Taufik, musibah karhutla ini juga mengakibatkan seorang lansia menderita luka bakar. Korban luka saat ini telah dilarikan ke Rumah Sakit dr Agoesdjam Ketapang untuk memperoleh perawatan medis secara intensif.
Yunifar memaparkan bahwa kobaran api karhutla di wilayah Ketapang sejauh ini belum mampu dikendalikan sepenuhnya oleh petugas. Tim gabungan telah dikerahkan sejak dini hari serta dilanjutkan kembali pada pagi hari demi memadamkan titik api.
Pemerintah juga mengoperasikan helikopter pengebom air (water bombing) guna menanggulangi area prioritas, seperti Desa Pelang dan Bukit Gunung Skuri di Kecamatan Sungai Laur. Luas lahan yang terbakar di kawasan Desa Pelang diperkirakan sudah menembus lebih dari 40 hektare.
"Kendala utama di lapangan adalah sumber air yang sangat terbatas. Karena itu, operasi 'water bombing' sangat dibutuhkan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat," kata Yunifar Purwantoro, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang.
Titik api kini telah tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api kepada petugas.