Melanie Koloditzky Sulap ASI Jadi Perhiasan Kenang Masa Menyusui

Share

Cairan ASI tidak hanya bermanfaat sebagai nutrisi utama bagi bayi. Seperti dilansir dari HaiBunda, cairan ini juga dapat diolah menjadi karya seni berupa perhiasan buatan tangan yang sarat akan kenangan. Inovasi unik tersebut dijalankan oleh Melanie Koloditzky, seorang perempuan asal Buenos Aires yang kini menetap di Israel.

Melalui usahanya, ia mengubah ASI menjadi deretan perhiasan cantik untuk mengabadikan momen berharga masa menyusui. "Saya sering mengatakan bahwa saya tidak hanya membuat perhiasan. Saya sedang melestarikan momen-momen yang tak akan pernah terulang," kata Koloditzky seperti dikutip dari laman The Times of Israel.

Perjalanan hidup Koloditzky bermula dari keluarga Yahudi sekuler di Argentina. Ia memutuskan pindah ke Israel bersama suaminya setelah menikah, lalu sempat mempelajari bioteknologi, desain grafis, hingga desain interior.

Pengalaman pribadi saat melahirkan putri pertamanya pada usia 22 tahun membuka pandangannya tentang dinamika menjadi seorang ibu. Proses menyusui yang penuh tantangan menginspirasinya untuk mengeksplorasi kandungan biologis ASI lebih dalam. "Menyusui mengejutkan saya. Saya tak pernah membayangkan ini bisa begitu menantang," tuturnya.

"Ini bukan sekadar makanan. Ini adalah zat hidup yang terus berubah sesuai kebutuhan bayi," tambah Koloditzky. Gagasan membuat perhiasan muncul setelah ia melihat seorang YouTuber Spanyol mengenakan anting dari ASI. Inspirasi tersebut mendorongnya memproduksi karya serupa usai melahirkan anak keduanya.

"Bagi saya, perhiasan ASI bukan sekadar tentang mengawetkan ASI," katanya. "Ini tentang melestarikan bab kehidupan yang berlalu begitu cepat, namun mengubahmu selamanya," tambahnya. Awalnya dibuat untuk penggunaan pribadi, pesanan mulai berdatangan dari rekan-rekannya.

Proyek tersebut akhirnya berkembang menjadi bisnis bernama Forever Moments yang melayani klien lokal maupun internasional selama lima tahun terakhir. Selain menjalankan bisnis, Koloditzky menjalin kemitraan sukarela dengan bank ASI Magen David Adom. Ia membuat batu peringatan khusus bagi para ibu yang mengalami kejadian bayi lahir mati namun tetap mendonorkan ASI mereka.

"Perempuan-perempuan tersebut mengalami kehilangan yang tak terbayangkan. Meski berduka, mereka memilih mengubah rasa sakit itu menjadi tindakan kemurahan hati," ujarnya.

Setiap cincin, liontin, atau batu buatan tangan melambangkan perjalanan emosional sebuah keluarga. Karya seni tersebut menjadi simbol ketahanan seorang perempuan menjalani peran sebagai ibu. "Ketika saya melihat perhiasan ASI, saya tidak hanya melihat sepotong perhiasan. Saya melihat kekuatan, saya melihat ketahanan, saya melihat transformasi luar biasa yang terjadi ketika seorang perempuan menjadi seorang ibu," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author