Mobil Listrik Honda Super One Ludes Terjual di GIIAS 2026
PT Honda Prospect Motor mendapati seluruh kuota 100 unit mobil listrik Honda Super One untuk pasar Indonesia ludes terjual pada pameran GIIAS 2026 di Tangerang, Rabu (5/8/2026), meski harga resminya baru saja diumumkan sebesar Rp438.000.000 on the road Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Pihak produsen melayani pemesanan sejak 29 Juli lalu tanpa langsung membeberkan banderol resmi. Langkah tersebut diambil guna menakar tingkat penerimaan dan ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan listrik ukuran ringkas tersebut.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan alasan di balik penundaan pengumuman harga tersebut saat peluncuran.
"Kami memilih tidak langsung memberitahukan harga jual Super One, karena kami ingin memberikan waktu pada teman-teman semua, konsumen, serta Honda lover semua untuk mengenal, memahami lebih dalamnya tentang Honda Super One. Kami benar-benar ingin mereka semua, teman-teman, tahu, kenal, paham apa itu karakter Honda, filosofi Honda, kenapa kami meluncurkan Super One di Indonesia," ungkap Billy.
Tingginya angka pemesanan kendaraan listrik mungil ini melebihi alokasi unit yang disediakan untuk pasar domestik pada tahun ini.
"Kami bersyukur Honda Super One mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa ya dalam satu minggu terakhir itu, antusiasme yang kami terima itu melampaui ekspektasi, bahkan jumlah konsumen yang telah memesan Honda Super One ini sudah melebihi kuota yang kami terima," tegas Billy.
Menurut Billy, fakta penjualan ini menegaskan bahwa faktor harga tidak selalu menjadi penghalang utama bagi konsumen yang mencari pengalaman berkendara spesifik.
"Ini juga menunjukkan bahwa harga itu bukan menjadi pertimbangan utama ya. Untuk mereka yang benar-benar ingin merasakan kendaraan listrik yang berbeda, kendaraan listrik Honda, ciri khas Honda, yaitu fun to drive," ungkap Billy.
Pengiriman unit Honda Super One kepada para pemesan dijadwalkan berlangsung mulai bulan Agustus 2026.
"Ke depannya akan ada lagi berapa dan kapan itu, pastinya akan ada di tahun-tahun berikutnya. Tapi akan kita pelajari dulu marketnya, demand-nya seperti apa di Indonesia," tukas Billy.