Gempa M 6,5 Guncang Mindanao Filipina Dirasakan di Sangihe

Share

Wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,5 pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.14 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan dari laut ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Hasil analisis BMKG mencatat pusat gempa terletak pada koordinat 5,29° LU dan 125,43° BT, atau berjarak 186 km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Lindu dangkal dengan kedalaman 10 km ini dipicu aktivitas subduksi di Cotabato Trench dengan mekanisme pergerakan naik.

Dampak guncangan mencapai skala intensitas IV MMI di Kepulauan Marore, Miangas, Kendahe, serta Kepulauan Sangihe. Selain data BMKG, United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa susulan magnitudo 5,2 terjadi di kawasan Sarangani pada pukul 11.25 WIB di kedalaman 35 km.

Aktivitas gempa yang berpusat di lepas pantai Filipina selatan tersebut sempat memicu kepanikan warga lokal yang sedang berkumpul.

"Guncangannya cukup kuat. Saya melihat orang-orang panik. Mereka berlarian dan berteriak," kata Harly Sauro, petugas penyelamat di Pulau Sarangani.

Situasi sempat memanas karena masyarakat tengah mengantre program bantuan dari pemerintah daerah sebelum akhirnya guncangan mereda.

"Gempa terjadi saat pemerintah daerah sedang menyalurkan subsidi keuangan, jadi ada banyak orang di lokasi tersebut, namun semua orang selamat," kata Harly Sauro.

Penilaian sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan infrastruktur di wilayah Sarangani. Hingga pukul 11.40 WIB, BMKG merekam dua kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 4,8, sementara Pacific Tsunami Warning Center mencatat kedalaman gempa utama berada pada 62 km.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BMKG Filipina gempa bumi
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author