Israel Serang Target Hizbullah di Lebanon Selatan Usai Tudingan Pelanggaran

Share

Militer Israel melancarkan serangkaian serangan presisi terhadap sejumlah sasaran militer Hizbullah di wilayah Lebanon selatan pada Rabu (5/8/2026). Langkah tegas ini diambil usai Tel Aviv menuduh kelompok yang disokong Iran tersebut telah melanggar kesepakatan gencatan senjata, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Eskalasi militer ini terjadi bersamaan dengan proses negosiasi diplomasi antara perwakilan Israel dan Lebanon yang tengah berlangsung di Roma, Italia. Sebelum melancarkan tembakan, pihak militer Israel sempat menginstruksikan penduduk sipil setempat untuk segera mengosongkan area permukiman demi keselamatan mereka.

"Sebagai tanggapan atas pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata oleh organisasi Hizbullah, IDF telah mulai melancarkan serangan presisi di Lebanon selatan," demikian pernyataan resmi dari militer Israel.

Peringatan evakuasi mendesak tersebut disampaikan langsung secara terbuka melalui media sosial oleh pihak militer Israel kepada warga desa sasaran agar bergerak menjauhi lokasi konflik.

"Mengingat pelanggaran yang dilakukan Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata. Pasukan Pertahanan Israel terpaksa bertindak. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengevakuasi diri dari rumah Anda dan bergerak ke utara," tulis juru bicara berbahasa Arab Ella Waweya di X, ditujukan kepada penduduk Al-Mansouri.

Sementara itu, situasi keamanan di lapangan terus memanas seiring terjadinya insiden ledakan bahan peledak di wilayah Majdel Zoun yang diduduki Israel. Peristiwa di desa tersebut dilaporkan telah menyebabkan sejumlah tentara Israel mengalami luka-luka, di mana para korban helikopter evakuasi dilarikan menuju Rumah Sakit Rambam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author