Mendagri Pastikan Penanganan Banjir dan Longsor di Kota Padang
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan seluruh instansi terkait seperti BNPB, TNI-Polri, dan Pemkot telah turun langsung menangani banjir dan longsor di Kota Padang pada 3 Agustus 2026.
Banjir yang terjadi tidak membawa dampak kerusakan parah dan tidak seperti banjir besar yang berlangsung beberapa hari pada tahun sebelumnya. Genangan air terjadi tanpa lumpur dan tidak merusak rumah atau fasilitas secara signifikan, dilansir dari Detikcom.
Meski ada beberapa rumah terdampak, situasi kali ini tidak separah banjir November 2025. Semua pihak terkait telah memberikan bantuan logistik dan makanan kepada warga terdampak.
"Yang intinya, ini banjir tanggal 3 (Agustus). Hujan tapi nggak seperti banjir yang lebat yang dulu berhari-hari empat-lima hari. Banjirnya juga tidak membawa lumpur, tapi air genangan-genangan air terjadi. Tidak ada ke rumah-rumah, fasilitas yang rusak, terberat nggak ada," ujar Tito di Jakarta Pusat.
"Tapi ya genangan di jalan-jalan cukup mengganggu, dan kemudian ada juga yang terkena kena rumah, ya, tapi tidak jauh tidak separah nggak bawa lumpur seperti yang lalu. Pak Wali Kota kemudian Pak Sekda Provinsi sudah bekerja, memberikan bantuan juga makanan dan lain-lain, dan intinya mereka sudah dapat ditangani dengan dukungan dari TNI, Polri, dan BNPB ya," lanjutnya.
Tito juga menjelaskan adanya permintaan bantuan untuk memperbaiki saluran air PDAM yang rusak akibat banjir. Ia meminta Wali Kota memanfaatkan anggaran bencana yang diberikan Presiden pada Januari 2026.
"Namun ada memang yang mereka minta bantuan yaitu saluran saluran PDAM. Dulu saluran PDAM-nya pada waktu bencana November 2025 rusak. Sedang diperbaiki sebagian, sebagian lagi sekarang terdampak lagi, sehingga mereka mau perbaiki lagi," ujar Tito.
"Nah saya sampaikan, Pak Wali Kota kalau nggak salah ada anggaran Rp 200 miliar lebih kalau nggak salah itu dari tambahan dari Bapak Presiden di bulan Januari. Bisa manfaatkan itu. Atau provinsi kan ada Rp 500 miliaran ditambah kemarin oleh Bapak Presiden Januari," tambahnya.
Jika anggaran tersebut tidak mencukupi, Tito menyatakan akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk turun tangan. Pemerintah pusat juga akan membantu pengerukan sedimen di sungai tengah Kota Padang yang menjadi penyebab banjir genangan.
"Yaitu pengerukan sungai di tengah Kota Padang. Karena apa? Karena beberapa lokasi sedimennya tinggi.
Kemarin hujan itu air tertahan sedimen karena sudah tinggi, tumpahlah dia ke kanan kiri. Nah, saya udah langsung telpon kepada kepala balainya tadi pagi," ujar Tito.
"Ada gambarnya yang di Kota Padang, sedang mengerahkan alat-alat berat untuk mengeruk sedimen-sedimen di titik-titik yang terutama kalau hujan bisa banjir gitu. Prioritasnya seperti itu," tutupnya.