Manchester City Rekrut Elliot Anderson dan Pertahankan Mateo Kovacic
Gelandang Manchester City Mateo Kovacic menyambut hangat kedatangan rekrutan baru Elliot Anderson dari Nottingham Forest pada bursa transfer musim panas 2026. Anderson diboyong dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling untuk memperkuat lini tengah skuad asuhan Enzo Maresca.
Langkah investasi besar ini diambil manajemen setelah City gagal mempertahankan dominasi di Liga Premier Inggris musim lalu. Kehadiran gelandang berusia 23 tahun tersebut diharapkan mampu mengembalikan intensitas dan agresivitas permainan lini tengah The Citizens.
Kovacic menilai Anderson memiliki kapasitas fisik dan teknis yang sangat dibutuhkan tim saat ini.
"Menurut saya dia menghadirkan kualitas besar, ada keuntungan fisik yang besar karena dia sudah menunjukkan kalau dia bisa rajin banget berlari, bagus dalam penguasaan bola, juga bagus saat tanpa bola," kata gelandang senior Man City Mateo Kovacic.
Ia juga menambahkan bahwa potensi pemain muda asal Inggris tersebut masih sangat besar untuk berkembang lebih jauh di bawah arahan tim pelatih.
"Dia masih muda, jadi dia masih bisa berkembang banyak di City, dan menurut saya ini perekrutan yang bagus," imbuhnya dikutip BBC.
Pemain asal Kroasia itu memberikan dukungan penuh kepada Anderson yang memecahkan rekor transfer klub dari sesama tim Premier League.
"Saya melihat banyak kualitas, banyak kekuatan fisik karena dia telah menunjukkan bahwa dia mampu banyak berlari, bagus saat menguasai bola, bagus tanpa bola," kata gelandang Kroasia itu.
Kovacic menegaskan bahwa investasi tinggi klub untuk memboyong mantan bintang Nottingham Forest tersebut sudah sangat tepat.
"Dia masih muda, jadi dia masih bisa sangat berkembang di City, dan saya pikir ini perekrutan yang hebat untuk kami," kata Kovacic.
Selain menyambut Anderson, Kovacic juga siap mengemban peran lebih di lini tengah menyusul absennya Rodri yang sedang menjalani pemulihan cedera punggung. Situasi ini memberi kesempatan bagi Kovacic untuk membuktikan keandalan dan fleksibilitas taktisnya.
"Saya pernah bermain bersama Rodri dan juga tanpa dia," jelasnya.
Gelandang berpengalaman tersebut menyatakan siap mengisi kekosongan posisi gelandang bertahan hingga rekan setimnya pulih total.
"Jadi dengan dia tidak berada di sini sekarang, tentu saya bisa mengisi posisi itu, tetapi mari kita lihat ketika dia kembali," tambah Kovacic.
Di sisi lain, Kovacic turut mengomentari ketatnya peta persaingan lini tengah di kompetisi domestik yang dinilainya semakin kompetitif.
"Saya pikir ini adalah liga terbaik dan para pemain terbaik ada di sini," tegasnya.
Ia menyoroti banyaknya klub rival yang terus memperkuat kedalaman skuad mereka di sektor sentral.
"Ada beberapa gelandang luar biasa. Newcastle punya Bruno [Guimaraes], Aston Villa punya banyak gelandang bagus. United sekarang juga mendatangkan gelandang. Jadi saya pikir setiap klub punya beberapa gelandang hebat," ujar Kovacic.
Memasuki tahun terakhir dalam kontraknya, Kovacic juga menepis spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan kepindahan ke Serie A Italia, seperti Juventus dan Inter Milan.
"Saya tidak merasakan adanya tanda tanya dari mereka. Saya berbicara dengan mereka, dan mereka mengatakan masih mengandalkan saya, yang penting bagi saya untuk mendengar itu dari mereka," jelas Kovacic.
Pernyataan senada disampaikan Kovacic saat mengonfirmasi pembicaraannya langsung dengan manajer anyar Man City, Enzo Maresca, terkait rencana skuad musim depan.
"Kami sudah berbicara. Dia memperhitungkan saya, dan sekarang tugas saya adalah menunjukkan performa terbaik. Saya tidak merasakan adanya keraguan dari klub terhadap saya," ujar Kovacic dikutip dari Sportsmole pada Rabu (5/8).
Pemain berusia 32 tahun itu kini memfokuskan diri untuk mencapai kondisi fisik puncak agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Manchester City pada musim 2026/2027.