Proyek pembersihan tangki saus ikan terbengkalai dimulai setelah bau 20 tahun

Share

Warga St. Mary's di Newfoundland dan Labrador harus hidup berdampingan dengan bau menyengat yang berasal dari pabrik saus ikan terbengkalai selama lebih dari 20 tahun. Situasi ini kini mulai ditangani lewat proyek pembersihan.

Lebih dari 100 tangki berisi saus ikan yang terus mengalami fermentasi akhirnya dibersihkan melalui proyek senilai 1,2 juta dolar Kanada. Proses tersebut disebut menjadi akhir dari persoalan lingkungan yang lama dikeluhkan masyarakat setempat, dilansir dari Detik Food.

Saus ikan itu ditinggalkan setelah Atlantic Seafood Sauce Company menghentikan operasinya lebih dari 20 tahun lalu. Di bangunan pabrik yang kini rusak, terdapat sekitar 110 tangki, masing-masing berkapasitas sekitar 3.000 galon.

Seluruh tangki berisi saus ikan hasil fermentasi yang terus membusuk selama bertahun-tahun. Pembersihan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, sesuai informasi yang dilaporkan dari Detik Food.

Cairan dari seluruh tangki akan dikuras terlebih dahulu. Setelah itu, cairan dicampur dengan lumut gambut atau peat moss untuk menyerap kelembapannya.

Material hasil olahan kemudian diangkut menggunakan truk yang dilengkapi selang berukuran besar menuju lokasi pembuangan khusus. Lokasi tersebut telah dilapisi polietilena berdensitas tinggi sebelum akhirnya ditimbun dengan tanah.

Glenn Sharp, pemilik Sharp Management yang memimpin proyek, menyebut penanganan ini berbeda dari praktik limbah pada umumnya. “Ini adalah limbah yang sangat khusus. Limbah ini tidak termasuk dalam klasifikasi standar mana pun,” ujar Glenn Sharp.

Dampak kerusakan pabrik pada warga

Seiring waktu, kondisi pabrik semakin memburuk. Atap bangunan sempat terlepas, dan salah satu dinding roboh akibat badai pada Januari lalu, dilansir dari Detik Food.

Kerusakan tersebut membuat aroma menyengat dari cairan fermentasi semakin mudah menyebar ke seluruh kota. St. Mary's hanya dihuni sekitar 300 penduduk.

Wali Kota St. Mary's, Steve Ryan, menggambarkan bau tersebut sebagai sesuatu yang sulit dibayangkan. “Ini adalah bau ikan busuk paling parah yang pernah Anda cium seumur hidup, lalu kalikan seratus,” kata Steve Ryan.

Ryan mengatakan warga sudah lama memperjuangkan bantuan pendanaan dari pemerintah provinsi, namun berbagai upaya kerap menemui jalan buntu. Menurutnya, pemerintah setempat tidak ikut menanggung biaya proyek, tetapi warga tetap melanjutkan perjuangan hingga pembersihan terlaksana.

“Kami terus berjuang karena kami tahu apa yang kami perjuangkan memang benar,” tutup Steve Ryan, dilansir dari Detik Food.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author