Saham SpaceX Anjlok 10 Persen Dipicu Lonjakan Biaya Investasi AI
Nilai saham perusahaan antariksa SpaceX merosot lebih dari 10 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah lonjakan pengeluaran investasi kecerdasan buatan memicu kekhawatiran para investor.
Pengeluaran modal SpaceX melonjak enam kali lipat mencapai 18,4 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan, melampaui estimasi awal para analis pasar.
Penurunan ini menekan harga saham SpaceX hingga berada di bawah harga penawaran umum perdana sebesar 135 dolar AS, setelah ditutup di level 125 dolar AS pada Selasa. Angka tersebut turun signifikan dari rekor tertinggi yang sempat menembus 200 dolar AS tidak lama setelah melantai di bursa.
Kepanikan investor dipicu oleh kekhawatiran apakah investasi teknologi bernilai miliaran dolar AS mampu menghasilkan imbal hasil secara cepat. SpaceX berupaya memposisikan diri sebagai penyedia layanan komputasi awan alternatif dengan menyewakan kapasitas komputasi dari cip Nvidia.
Kepala Keuangan SpaceX Bret Johnsen berupaya meredakan kekhawatiran investor terkait besarnya pengeluaran modal perusahaan.
"Di sisi komputasi AI, kami mampu menempatkan modal sedemikian rupa sehingga kami mendapatkan masa pengembalian modal kurang dari satu tahun," kata Bret Johnsen, CFO SpaceX.
Meskipun beban pengeluaran melonjak, SpaceX berhasil menekan kerugian dan memproyeksikan lonjakan pendapatan di masa depan. Kepala Eksekutif Elon Musk bahkan mempercepat target pendapatan tahunan perusahaan sebesar 1 triliun dolar AS menjadi tahun 2030 dari estimasi sebelumnya di tahun 2031.
Sikap skeptis pasar terhadap efisiensi biaya dan alokasi investasi SpaceX turut disuarakan oleh pihak eksternal.
"SpaceX ingin menyampaikan narasi bahwa mereka adalah pemimpin pasar … Namun orang-orang masih memiliki pertanyaan: seberapa cepat mereka bisa tumbuh? Seberapa besar biaya yang dibutuhkan sebelum bisnis ini mencapai profitabilitas?" kata Steve Westly, pendiri The Westly Group dan mantan anggota dewan Tesla.
Tekanan terhadap saham SpaceX diperkirakan masih berlanjut seiring berakhirnya masa kuncian saham bagi pihak internal pada Kamis. Kondisi ini memberikan akses bagi para pemegang saham dalam untuk mulai menjual porsi kepemilikan saham mereka ke pasar terbuka.