FAA Selidiki Insiden Jarak Aman Helikopter Presiden Donald Trump
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengusut insiden keselamatan yang melibatkan helikopter kepresidenan Marine One pembawa Presiden Donald Trump pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Helikopter tersebut melintas terlalu dekat dengan pesawat komersial di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington.
Helikopter Marine One bertolak dari Ellipse di area Gedung Putih sekitar pukul 14.33 waktu setempat menuju Pangkalan Gabungan Andrews. Pada waktu bersamaan sekitar pukul 14.34, pesawat komersial Envoy Air 3742 rute Pensacola juga lepas landas hingga memicu pelanggaran batas jarak aman penerbangan.
"FAA sedang menyelidiki insiden keselamatan yang melibatkan Marine One, namun kejadian itu tampaknya bukan situasi berbahaya di mana pesawat nyaris bertabrakan, dan pesawat-pesawat itu tampaknya tidak bergerak saling mendekat," kata FAA dalam pernyataannya pada Selasa (4/8).
Petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) dilaporkan tidak menghentikan pergerakan penerbangan komersial saat helikopter presiden lepas landas. Padahal, ketentuan FAA mewajibkan seluruh armada menjaga jarak minimal 2,4 kilometer secara horizontal dan 152 meter secara vertikal di sekitar kawasan bandara.
Aturan ketat mengenai prosedur pemisahan jalur penerbangan ini diresmikan sejak tahun lalu. Kebijakan tersebut diberlakukan otoritas penerbangan usai terjadinya kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat penumpang dan helikopter militer pada Januari 2025.
Meskipun terjadi pelanggaran jarak, kedua armada berhasil mendarat di lokasi tujuan masing-masing tanpa hambatan. FAA berencana membentuk Tim Peninjauan Keselamatan untuk mengevaluasi peristiwa ini, sementara pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi.