Kementerian Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Tugu Dan Rumah Proklamasi
Kementerian Kebudayaan merencanakan proyek revitalisasi Museum Naskah Perumusan Proklamasi dan pembangunan kembali Rumah Proklamasi di Jakarta menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa rencana strategis ini disiapkan untuk meningkatkan daya tarik tempat sejarah nasional tersebut kepada publik, khususnya generasi muda.
"Dalam rangka 81 tahun Indonesia Merdeka, Museum Naskah Perumusan Proklamasi akan direvitalisasi dan Tugu Proklamasi akan direncakan dibangun kembali, jadi Rumah Proklamasi," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Pemerintah mencatat Tugu Proklamasi pernah diratakan dengan tanah sebelum kembali dibangun gedung, lalu di akhir dekade 1970-an didirikan patung proklamator yang berdiri hingga saat ini.
"Pemerintah merencanakan untuk membangun rumah proklamasi seperti aslinya, tapi gak tampak aslinya karena sudah ada Monumen Petir. Monumen itu tempat Bung Karno dan Bung Hatta menyatakan proklamasi, sekarang jadi titik nol. Jadi kita gak mungkin buat rumah Proklamasi di Monumen Petir itu," ungkap Fadli Zon.
Rancangan arsitektur Rumah Proklamasi kini digarap oleh arsitek Yori Antar untuk memuat berbagai peninggalan serta dokumen otentik masa lalu.
"Seperti jepretan foto yang pernah diambil oleh Alex dan Frans Mendur, itu kan bukti otentik ada di dalam rekaman. Kan suara Bung Karno pun gak direkam saat itu juga, tapi baru direkam kemudian. Bukan saat itu," ungkap Fadli Zon.
Langkah penataan kembali kawasan bersejarah ini difokuskan sebagai sarana edukasi sejarah bagi Generasi Z.
"Saya kira kita akan bangun kembali persis sama, tapi tidak dengan selasarnya. Dulu itu ada selasar untuk rumah services-nya, ada rumah mungkin untuk pembantunya zaman itu. Nah, ini jadi rumah induknya saja yang dijadikan museum," tambah Fadli Zon.
Koleksi museum nantinya diproyeksikan mencakup narasi lengkap seputar peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia beserta dokumentasi pendukungnya.
"Di dalam museum itu akan menceritakan seluruh tentang kisah tentang proklamasi, termasuk foto-foto, ada 10 atau 11 foto proklamasi, berita-berita tentang proklamasi di mana-mana, ya kira-kira ini isinya. Nanti tentu dirumuskan kembali, termasuk cerita-cerita di seputar proklamasi supaya masyarakat bisa melihat, mungkin ada immersive atau apa di dalam museum Rumah Proklamasi," tukas Fadli Zon.
Pekerjaan fisik untuk proyek revitalisasi Rumah Proklamasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun 2026.