Menteri ESDM Lantik Empat Pejabat Tinggi Baru di Kementerian

Share

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik empat pejabat pimpinan tinggi baru di lingkungan Kementerian ESDM di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

Satu di antaranya adalah Lana Saria yang diangkat sebagai Kepala Badan Geologi, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM.

"Pertama adalah kita melantik kepala badan geologi. Karena menurut kami, Badan Geologi ini sangat penting. Karena di sana lah awal sumber data menyangkut dengan kekayaan sumber di alam kita. Baik di mineral, batu bara, maupun di sektor migas," ujar Bahlil.

Bahlil juga melantik Tirta Nugraha Mursitama sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM. Tirta sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Penanaman Modal di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Selanjutnya, Muhammad Ikhsan Kiat dilantik sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Kepala Lemigas baru ini diberi mandat penting untuk mengawal pengadaan migas, termasuk dari Rusia.

"Saya melantik saudara Ikhsan. Saudara Ikhsan ini sebagai kepala Lemigas yang kita tahu bersama bahwa Lemigas mendapat mandat dari pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk melakukan pengadaan migas, crude, maupun LPG," kata Bahlil.

Bahlil berpesan agar Kepala Lemigas meningkatkan produktivitas Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM dengan melakukan konsolidasi internal dan memastikan KPI berjalan dengan baik.

"Selain melakukan impor, dia juga kan harus mengecek kualitas dan segala macam. Jadi silahkan dia melakukan konsolidasi internal dengan KPI-KPI yang tadi saya sampaikan bahwa harus tetap berjalan," ujar Bahlil.

Terakhir, Mawardi Nur dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), yang berperan seperti SKK Migas di Aceh dengan perlakuan khusus karena status otonomi khusus daerah tersebut.

"BPMA ini kayak SKK Migasnya lah di Aceh. Karena dia kan otonomi khusus, jadi kita memberikan perlakuan khusus," jelas Bahlil.

Berita ini dilansir dari Detik Finance.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author