Keributan Suporter Sepak Bola di Cibungbulang Picu Motor Dibuang ke Kali
Keributan antar suporter sepak bola terjadi di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, setelah kegiatan nonton bareng (nobar) di Leuwiliang dan Pamijahan pada Selasa (4/8), yang menyebabkan satu unit motor dilempar ke kali.
Kapolsek Cibungbulang Kompol Iwan Wahyudi menjelaskan bahwa keributan bermula saat dua orang pengendara motor yang menggunakan kaus tim Persib Bandung melintas menuju Simpang Pamijahan setelah nobar usai.
Pada waktu bersamaan, puluhan pemotor dari suporter tim lawan yang berasal dari Leuwiliang menghentikan kedua pengendara motor tersebut. Karena ketakutan, pengendara yang memakai kaus Persib itu meninggalkan motornya.
"Di lokasi, melihat dua pengendara motor ini menggunakan kaus seperti itu, mereka (rombongan suporter Persija) berhentikan. Pengendara yang menggunakan kaus Persib itu kabur karena takut dikeroyok kan. Akhirnya motornya dibuang ke kali oleh kelompok yang dari Leuwiliang itu dan motor yang satunya itu diambil kuncinya," ujar Iwan.
Iwan menegaskan bahwa kejadian ini bukan tawuran. Kedua pengendara motor itu kabur meninggalkan kendaraannya, yang satu motornya dilempar ke kali dan yang satunya kuncinya diambil oleh kelompok nobar di Leuwiliang.
"Nggak ada, jadi bukan tawuran. Jadi dua pengendara motor ini kabur meninggalkan motornya. Yang satu motor diangkat terus dilemparin ke kali, yang satu motornya ditinggal berikut kuncinya, kemudian kuncinya diambil sama anak-anak yang nobar di daerah Leuwiliang ini," lanjutnya.
Sampai saat ini, belum ada laporan resmi dari pemilik kendaraan dan tidak ada korban luka akibat insiden ini. Situasi di lokasi tetap kondusif dan tidak terjadi serangan lanjutan dari kedua kelompok suporter.
"Nggak ada laporan, kita sudah sarankan malam itu untuk membuat laporan, tetapi sampai saat ini belum ada yang datang (membuat laporan). Jadi malam tadi tetap kondusif, hanya kejadian motor itu dilempar ke kali dan satu lagi kuncinya diambil. Nggak ada kejadian lanjutan baik dari kelompok yang sama maupun kelompok yang lain," kata Iwan, dilansir dari Detikcom.