Qatar Desak Tekanan Internasional Terhadap Israel Soal Gaza

Share

Pemerintah Qatar mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mematuhi komitmen dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza fase kedua, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Otoritas Doha menilai Tel Aviv menjadi penyebab utama tertundanya pelaksanaan aturan pelaksanaan tersebut.

Qatar menegaskan bahwa pihak Hamas telah melaksanakan seluruh kewajibannya dalam poin-poin perjanjian. Dalam proses negosiasi perdamaian ini, Qatar bertindak sebagai mediator bersama Mesir dan Turki.

"Israel memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan perjanjian gencatan senjata," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari.

Proses diplomasi terus berjalan di tingkat internasional demi merealisasikan fase lanjutan tersebut secara menyeluruh.

"Para mediator terus berupaya mempercepat pelaksanaan tahap kedua perjanjian tersebut. Aspek keamanan sangatlah penting dalam hal ini," ucap Majed al-Ansari.

Pemerintah Qatar menekankan pentingnya peran dunia internasional untuk memastikan setiap poin kesepakatan dijalankan oleh seluruh pihak yang terlibat.

"Sementara Hamas telah memenuhi kewajibannya, masyarakat internasional harus menekan Israel untuk memenuhi kewajibannya juga," cetus Majed al-Ansari.

Ansari menambahkan bahwa kelompok Hamas secara penuh menunjukkan komitmen mereka terhadap arah jalan damai yang telah disepakati.

"Kami meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar melaksanakan kesepakatan ini sehingga pada akhirnya kita dapat melangkah menuju rekonstruksi Gaza," ujar Majed al-Ansari.

Dukungan terhadap fase lanjutan gencatan senjata sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Dewan Perdamaian pada akhir Juli. Hamas menyatakan persetujuannya, sedangkan pihak Israel tidak memberikan pengumuman resmi.

Sikap resmi Israel baru disampaikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat menolak kesepakatan itu dalam pertemuan bersama utusan Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov. Laporan media Israel Hayom menyebutkan Netanyahu menolak menghentikan serangan militer maupun menarik pasukan dari Jalur Gaza.

"Sudah jelas bagi masyarakat internasional, siapa yang menghambat pelaksanaan perjanjian ini. Tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak Israel," kata Majed al-Ansari.

Ansari mengkritik keras langkah militer yang diambil oleh otoritas Tel Aviv di wilayah konflik tersebut dalam beberapa hari terakhir.

"tidak lain hanyalah upaya untuk menggagalkan pelaksanaan rencana tersebut dan menghalangi solusi damai," menurut Majed al-Ansari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author