Laba Bersih Erajaya Melonjak 37,96 Persen Semester I 2026

Share

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 37,96 persen year-on-year menjadi Rp784,02 miliar pada semester I-2026. Pertumbuhan kinerja keuangan emiten ritel ini ditopang oleh peningkatan penjualan konsolidasi hingga mencapai Rp42,89 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dilansir dari Bisnis.com dan achmadnurhidayat.id, total pendapatan tersebut naik dari posisi Rp35,04 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen telepon seluler dan tablet masih mendominasi pendapatan dengan menyumbang Rp32,45 triliun dari total penjualan. Selain lini utama, kontribusi pendapatan juga berasal dari penjualan aksesoris dan produk lainnya sebesar Rp6,30 triliun, segmen komputer dan elektronik konsumen Rp2,40 triliun, serta lini active dan lifestyle yang mencatatkan Rp1,74 triliun. Secara keseluruhan, nilai eliminasi antar-segmen penjualan ERAA tercatat sebesar Rp32,31 triliun.

Seiring ekspansi bisnis dan penambahan jaringan gerai baru, beban pokok penjualan perseroan membengkak menjadi Rp38,09 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga terkatut naik dari Rp1,70 triliun menjadi Rp2,28 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik dari Rp1,37 triliun menjadi Rp1,51 triliun.

Meskipun beban operasional meningkat, efisiensi membuat laba operasional melesat 28,26 persen menjadi Rp1,44 triliun. Laba per saham dasar perseroan pun terkerek naik dari Rp36,00 menjadi Rp50,09, sementara total laba periode berjalan mencapai Rp872,12 miliar. Kinerja finansial yang kuat tefleksikan dalam neraca perseroan per Juni 2026 dengan total aset mencapai Rp29,34 triliun. Ekuitas ERAA bertambah menjadi Rp10,94 triliun dari sebelumnya Rp10,17 triliun pada Desember 2025, sedangkan total liabilitas berhasil menyusut menjadi Rp18,40 triliun.

Pencapaian fundamental ini mendorong aksi beli bersih investor asing sebesar Rp45,18 miliar pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Saham ERAA melesat 7,98 persen ke level Rp460 per lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp105,2 miliar. Penguatan harga saham emiten ini memperpanjang tren positif sejak akhir Juli 2026, dengan akumulasi kenaikan mencapai 25,68 persen dalam sebulan terakhir. Dari sisi kepemilikan, PT Eralink International masih memegang saham mayoritas sebesar 55,17 persen, disusul sejumlah dana kelolaan institusi global seperti HSBC Ltd-Singapore Branch dan Government of Norway.

"Kami terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat," kata Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs ERAA. Manajemen Erajaya terus melanjutkan diversifikasi portofolio bisnis di luar jaringan toko ponsel pintar. Strategi ekspansi ritel tersebut mencakup sektor Active Lifestyle melalui gerai JD Sports dan ASICS, lini kuliner Bacha Coffee dan Paris Baguette, hingga penetrasi ke industri kendaraan listrik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author