Aktor Ari Irham Refleksikan Diri Usai Bintang Film Seni Merayu Tuhan

Share

Aktor Ari Irham membagikan pengalamannya yang merasa terefleksi secara personal usai memerankan karakter Hikmah dalam pemutaran perdana film Seni Merayu Tuhan di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Aktor berusia 24 tahun tersebut mengungkapkan bahwa peran tersebut menyadarkannya pada kebiasaan pribadi di kehidupan nyata, termasuk sikap egois dan momen lupa membalas pesan dari sang ibu.

"Suka lupa balas chat Mama," celetuk Ari Irham sambil tertawa saat press screening Seni Merayu Tuhan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Pemeran film Mencuri Raden Saleh tersebut kemudian secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada ibunya di hadapan para awak media yang hadir.

"Maaf ya, Mah, kalau nonton, Mah. Maaf, Mah. I love you, Mah. I love you," ucap Ari yang langsung disambut tawa penonton.

Bintang utama ini menilai bahwa karakter Hikmah memiliki banyak kemiripan dengan dinamika kehidupan pribadinya, terutama mengenai proses pendewasaan diri.

"Jujur saya deg-degan juga sih ditonton sama teman-teman semua yang ada di sini. Tapi salah satu refleksi dari karakter Hikmah mungkin sifat keegoisannya kali ya. Sifat keegoisan dalam diri aku juga, mungkin aku pernah merasakan di mana aku selalu merasa benar dalam hidup," katanya.

Film arahan sutradara Cesa David ini juga diakui sang aktor memberikan teguran moral mengenai pentingnya memiliki sahabat yang kritis.

"Untungnya saya pribadi jadi bersyukur setelah menonton film ini, karena film ini mengingatkan saya bahwa saya masih punya teman yang bisa bilang kalau saya bau ketek, bau mulut. Ada teman seperti Khotib di hidup saya. Jadi saya bersyukur banget karena film ini mengingatkan hal-hal yang mungkin sehari-hari saya anggap remeh, padahal penting buat saya," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemaknaan karakter tersebut menyadarkan dirinya akan proses perubahan hidup yang memerlukan tahapan secara bertahap.

"Ketegur, karena mengingatkan. Berubah pelan-pelan. Namanya manusia nggak bisa ujuk-ujuk sempurna, pasti ada prosesnya.

Sama kayak Hikmah, saya juga masih berproses dalam hidup. Itu yang bikin saya takut saat nonton, karena saya masih berproses juga," tuturnya.

Aktris Lutesha yang turut membintangi film ini sebagai Sophia, kekasih Hikmah yang berbeda keyakinan, turut membagikan pandangannya terkait pesan empati dalam peran yang ia mainkan.

"Menurut aku menjadi Sophia itu sangat berat ya. Soalnya dia udah tahu dia memiliki hubungan yang beda agama, beda server, dan mungkin dia tahu ujung-ujungnya nggak akan bareng lagi. Tapi menurut aku menjadi Sophia itu dibutuhkan empati yang sangat besar," beber Lutesha.

Lutesha menilai sosok Sophia memiliki kepribadian yang tidak mudah menghakimi meski tokoh Hikmah berada dalam kondisi terpuruk setelah kehilangan ibunya.

"Dia nggak nge-judge Hikmah dari awal. Hikmah mendapatkan cobaan, ditinggalkan ibunya, lalu sempat kehilangan arah. Tapi Sophia nggak serta-merta langsung meninggalkan Hikmah.

Dia nemenin Hikmah dulu. Dia melihat prosesnya Hikmah dan benar-benar berusaha mengerti walaupun dia tahu ujung-ujungnya mungkin akan pisah," jelasnya.

Pemeran Khotib, Tengku Rizky Muhammad, juga menyampaikan perasaan emosionalnya setelah pertama kali menyaksikan hasil akhir karya cinematik tersebut.

"Saya pas nonton film ini kayak, 'Ini apa ya?' rasanya campur aduk. Saya mengucapkan selamat buat Kang Cesa untuk film pertamanya yang luar biasa," katanya.

Mantan personel CJR itu berharap penonton dapat memiliki sosok sahabat yang setia menemani di dalam kehidupan nyata seperti karakter Khotib.

"Begitu nonton Seni Merayu Tuhan, kadang saya ngerasa saya jadi Hikmah, jadi Khotib, jadi Sophia. Tapi yang paling saya pengen itu punya Khotib di hidup saya. Kadang kita punya teman yang batu banget, nyebelin banget.

Tapi karena kita tahu dia teman dari kecil, kita tetap nemenin dia. Mudah-mudahan teman-teman semua punya Khotib di hidupnya," ujarnya.

Aktris senior Rieke Diah Pitaloka yang berperan sebagai Bu Halimah menganggap keterlibatannya dalam film ini menjadi salah satu pilar penting dalam rekam jejak karier beraktingnya.

Rieke merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan karakternya karena memiliki kesamaan status sebagai seorang ibu tunggal di kehidupan nyata.

"Ini adalah karya yang luar biasa dalam perjalanan karier saya di dunia akting. Rasanya belum pernah main dalam karya seperti ini. Terkait peranku sendiri, ini seperti obat patah hatiku. Karena aku juga single mom dengan anak laki-laki yang beranjak dewasa, aku kesepian," pungkas Rieke.

Seni Merayu Tuhan merupakan adaptasi dari buku karya Habib Husein Ja'far Al Hadar yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author