Nilai Tukar Rupiah Berada di Level Rp17.972 Per Dolar AS

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di posisi Rp17.972 pada Rabu (5/8/2026) pagi, sementara Indeks Harga Saham Gabungan tercatat naik 0,26 persen ke level 6.335,89. Pergerakan mata uang domestik ini masih menunjukkan tren pelemahan dibandilkan hari sebelumnya yang sempat menyentuh level Rp18.027 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan dinamika global. Hambatan utama penguatan nilai tukar berasal dari tingginya pemenuhan kebutuhan valuta asing korporasi untuk pembayaran utang luar negeri, dividen, serta impor energi.

Pengamatan pasar menunjukkan pelemahan rupiah saat ini masih didominasi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar keuangan sedang menantikan rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls dari Amerika Serikat guna membaca arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve.

"Pelemahan rupiah saat ini masih lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve," ujar Muhammad Amru Syifa, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).

Selain faktor data ketenagakerjaan AS, eskalasi ketidakpastian geopolitik di wilayah Timur Tengah turut mendorong lonjakan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman. Kondisi tersebut berimbas pada penekanan mata uang di negara-negara berkembang.

Di sisi lain, kondisi internal Indonesia masih ditopang oleh rilis Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2026 yang mencatatkan defisit lebih kecil dari proyeksi, serta tingkat inflasi Juli yang tetap berada dalam target Bank Indonesia.

"Apabila pertumbuhan ekonomi berada di atas ekspektasi pasar, rupiah berpotensi memperoleh sentimen positif karena mencerminkan fundamental ekonomi domestik yang tetap solid," ujar Amru.

Dalam jangka pendek, pergerakan nilai tukar diperkirakan berada pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS. Potensi pelemahan ditahan oleh inflasi yang terkendali serta komitmen Bank Indonesia dalam melakukan intervensi stabilitas kurs.

"Jika PDB Indonesia lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali mereda, rupiah berpeluang menguat. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan penguatan sehingga mendorong dolar AS terapresiasi, rupiah masih berpotensi bergerak mendekati batas atas kisaran proyeksi tersebut," kata Amru.

Di perbankan nasional seperti Bank Mandiri, BCA, dan BNI, transaksi kurs e-Rate maupun TT counter berada pada kisaran Rp17.800 hingga Rp18.130 per dolar AS tergantung pada jenis layanan transaksi yang digunakan nasabah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author