Harga Buyback Emas Antam Melonjak Sembilan Persen
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatat lonjakan harga buyback emas sebesar 9,19 persen sepanjang periode berjalan tahun 2026 berdasarkan data Logam Mulia pada Minggu (24/5/2026) di Jakarta.
Nilai pembelian kembali untuk ukuran 1 gram tersebut berada di posisi Rp2.577.000, stagnan alias tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Angka buyback saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high yang sempat menyentuh Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.
Transaksi buyback merupakan aktivitas penjualan kembali emas batangan atau perhiasan oleh konsumen yang ketentuannya tunduk pada pajak berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Pergerakan nilai investasi ini berjalan selaras dengan dinamika mahar logam mulia di pasar global, termasuk proyeksi dari lembaga finansial dunia.
Dilansir dari Bisnis.com, Goldman Sachs berulang kali menetapkan target komoditas ini di level US$5.400 per ons untuk akhir 2026 meski membayangi adanya tekanan jangka pendek.
Tekanan pasar tersebut berisiko memaksa investor melikuidasi aset demi mendapatkan dana tunai dengan cepat.
Target akhir tahun itu sebelumnya telah direvisi naik oleh institusi finansial tersebut ketika harga emas dunia menembus rekor baru di atas US$5.000 per ons pada Januari lalu.
"perkiraan yang ditingkatkan didasarkan pada keyakinan mereka bahwa investor swasta yang membeli emas sebagai lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro akan mempertahankan posisi ini hingga akhir tahun." tulis analis Goldman yang dipimpin oleh Daan Struyven dan Lina Thomas dalam sebuah catatan.
Pihak analis menilai orientasi pelindung nilai saat ini berbeda dengan peristiwa-peristiwa spesifik masa lalu.
"posisi emas yang diambil untuk melindungi terhadap risiko seperti keberlanjutan fiskal, kemungkinan tidak akan sepenuhnya terselesaikan tahun ini dan oleh karena itu lebih sulit diubah." kata para analis.