Nigeria dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Pameran Abuja
Penyelenggaraan KTT Pameran Investasi dan Pariwisata Diaspora Nigeria-Arab Saudi Kedua di Shehu Musa YarAdua Centre, Abuja, pada 4 hingga 5 Agustus 2026 menjadi ajang pendorong penguatan kerja sama bilateral di bidang investasi, perdagangan, perumahan, dan pengembangan ekonomi halal.
Acara dua hari yang digagas oleh Al-Yaro International Limited bekerja sama dengan Komisi Masyarakat Nigeria di Luar Negeri (NiDCOM) ini digelar guna membuka peluang kemitraan bisnis lintas sektor. Penguatan hubungan ekonomi kedua negara juga menyasar sektor perumahan nasional pascakunjungan Duta Besar Arab Saudi Yousef Bin Muhammad Al-Balawi ke Menteri Perumahan Nigeria Muttaqha Rabe Darma pada 29 Juli 2026.
Pemerintah Nigeria mengonfirmasi bahwa penerapan Strategi Ekonomi Halal Nasional sedang berjalan demi menjadikan negara tersebut sebagai pusat pasar halal di kawasan Afrika.
"Jembatan yang dipimpin oleh diaspora sangat penting dalam menghubungkan pembeli dan penjual. Sangat mengesankan melihat investor Arab Saudi datang ke Nigeria untuk melihat apa yang kami miliki, sekaligus mempresentasikan apa yang mereka miliki. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan keterkaitan ini terus berlanjut," kata Aliyu Sheriff, Asisten Khusus Wakil Presiden untuk Ekspansi Ekspor.
Pemerintah menargetkan integrasi pasar melalui kesepakatan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA) demi mengoptimalkan potensi ratusan juta konsumen.
"Nigeria sudah mengerjakan strategi untuk ekonomi halal. Kita perlu memanfaatkan pasar halal global, memanfaatkan AfCFTA, dan memaksimalkan 1,3 miliar konsumen yang kita miliki sehingga Nigeria dapat berfungsi sebagai gerbang menuju Afrika dan sekitarnya," kata Aliyu Sheriff, Asisten Khusus Wakil Presiden untuk Ekspansi Ekspor.
Sektor kementerian lain menyoroti besarnya peran warga Nigeria di luar negeri dalam mengangkat reputasi internasional dan memperluas area kolaborasi bisnis.
"Di seluruh dunia, warga Nigeria membuat kontribusi yang luar biasa dalam bisnis, layanan kesehatan, teknologi, pendidikan, dan layanan publik. Pencapaian mereka terus memperkuat reputasi global Nigeria dan membuka pintu baru untuk kerja sama ekonomi," kata Mohammed Idris, Menteri Informasi dan Orientasi Nasional.
Sektor-sektor strategis seperti energi, pertambangan, dan penerbangan turut menjadi fokus perluasan hubungan bilateral kedua belah pihak.
"Di luar hubungan keagamaan dan budaya kita yang sudah berlangsung lama, kedua negara memperluas kerja sama kita dalam perdagangan, investasi, energi, pertanian, pertambangan, penerbangan, dan pariwisata," kata Mohammed Idris, Menteri Informasi dan Orientasi Nasional.
Keterbukaan iklim investasi Nigeria juga terus didorong melalui inisiatif komunitas diaspora yang membawa berbagai perusahaan asing masuk ke dalam negeri.
"Nigeria terbuka untuk bisnis. Dan yang membuat ini menjadi lebih penting adalah bahwa acara ini diprakarsai oleh warga Nigeria di diaspora. Mereka membawa perusahaan-perusahaan ini dari Arab Saudi untuk mengatakan, 'Datanglah ke Nigeria dan lihat apa yang kami miliki di sini,'" kata Abike Dabiri-Erewa, Ketua NiDCOM.
Upaya bersama terus dilakukan guna mengeliminasi berbagai kendala persepsi dalam berbisnis di antara kedua negara.
"Kedua negara ingin mengatasi kesalahpahaman tersebut dan mengatakan, bersama-sama, kita dapat melakukan banyak bisnis yang melampaui apa yang biasanya kita lihat," kata Abike Dabiri-Erewa, Ketua NiDCOM.
Sementara itu, perbaikan regulasi pada sektor pelayanan haji dicapai melalui percepatan administrasi yang diselaraskan dengan Visi Arab Saudi 2030.
"Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, kami berhasil menyelesaikan semua pemrosesan visa sebelum penerbangan pertama berangkat. Di masa lalu, penundaan penerbitan visa sering memengaruhi operasi pengangkutan udara, namun hal itu secara bertahap mulai menjadi kenangan masa lalu," kata Ishaq Jae, Asisten Khusus Teknis NAHCON.
Lembaga regulator haji tersebut kini bertransformasi menjadi pendorong ekosistem investasi dengan tetap menjaga standar pelayanan jemaah.
"Komisi Haji bermaksud untuk bergerak dari sekadar regulator menjadi pemampu bisnis. Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan di mana para pemangku kepentingan dapat berkembang sambil mempertahankan standar penyampaian layanan yang tinggi bagi jemaah haji Nigeria," kata Ishaq Jae, Asisten Khusus Teknis NAHCON.