Mitos Keusangan Lampu Bohlam 125 Tahun Terpatahkan Fakta Sains
Sebuah bola lampu di Kantor Pemadam Kebakaran Nomor 6 Livermore, California, merayakan usia 125 tahun. Lampu bernama Centennial Light ini terus menyala sejak dipasang pada 1901 dan memegang rekor Guinness World Records sebagai bohlam paling awet.
Perayaan ulang tahun digelar oleh para simpatisan untuk lampu buatan Shelby Electric Company asal Ohio tersebut. Meski sudah menyala lebih dari satu juta jam, daya tahan ekstrem ini memicu teori konspirasi yang bertahan puluhan tahun.
Penganut teori konspirasi menuding produsen sebenarnya mampu membuat bohlam tahan lama. Namun, mereka sengaja membatasi masa pakai demi meraup untung. Tudingan mengarah pada Kartel Phoebus, aliansi Philips dan General Electric pada 1925 yang membatasi usia lampu hingga 1.000 jam.
Penjelasan ilmiah membantah tuduhan keusangan sengaja tersebut, seperti dilansir dari Detik iNET. Masalah utama lampu pijar terletak pada kompromi antara tingkat kecerahan dan daya tahan filamen.
Arus listrik memanaskan filamen agar memancarkan cahaya. Suhu yang makin tinggi membuat cahaya makin terang, tetapi juga mempercepat penguapan atom filamen hingga akhirnya putus.
Produsen merancang masa pakai 1.000 jam untuk menyeimbangkan tingkat kecerahan dan efisiensi biaya listrik. Lampu yang dibuat sangat awet umumnya menghasilkan cahaya yang terlalu redup untuk digunakan.
Centennial Light yang berlabel 60 watt pada praktiknya hanya menyerap arus sekitar 4 watt. Cahaya yang dipancarkannya bahkan lebih redup dibanding bohlam 4 watt standar karena efisiensinya sangat rendah dalam merubah listrik menjadi cahaya.
Blogger elektronika Maurycy menjelaskan bahwa pembuat lampu di Shelby Electric tidak sengaja menghasilkan filamen dengan resistansi luar biasa tinggi. Hambatan tinggi ini membuat daya yang diserap sangat kecil sehingga panas yang dihasilkan sangat minim.
Suhu operasional yang dingin mencegah penguapan atom filamen, membuat bola lampu bertahan lebih dari satu abad. Namun, lampu ini hanya bekerja pada sekitar 7 persen dari kapasitas daya resminya.
Teori konspirasi juga gugur karena industri pencahayaan pada akhirnya meninggalkan bola lampu pijar. Produsen beralih ke teknologi neon dan LED modern yang mampu bertahan hingga 50.000 jam dengan konsumsi energi jauh lebih hemat.