Tencent Membatalkan Proyek Game Last Sentinel dan PHK 80 Karyawan

Share

Raksasa teknologi Tencent menghentikan pengembangan proyek game open-world Last Sentinel yang telah berjalan selama enam tahun di studio Lightspeed LA, Los Angeles. Keputusan penghentian proyek ambisius berbiaya lebih dari 300 juta Dolar AS ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja terhadap 80 developer pada pekan ini, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Proyek game bertema cyberpunk yang diproyeksikan menjadi pesaing Grand Theft Auto tersebut resmi dibatalkan setelah melewati proses evaluasi internal.

Penghentian ini terjadi meski pihak Tencent sempat menyampaikan bantahan terkait rumor penutupan proyek tersebut. Masalah dalam proses pengembangan telah membayangi proyek sejak awal, mulai dari isu gaya kepemimpinan yang memicu polarisasi hingga jumlah tim yang terbatas. Meski dikembangkan oleh mantan petinggi Rockstar San Diego, Steve Martin, jumlah personel studio dianggap terlalu sedikit untuk membangun game berskala raksasa.

Kegagalan pengembangan juga dipicu oleh hasil sesi pengujian internal pada awal 2026 yang menghasilkan respons mayoritas negatif. Sejak pertama kali memamerkan video teaser pada ajang The Game Awards 2023, studio ini juga tidak pernah memperlihatkan cuplikan gameplay kepada publik.

Meskipun proyek Last Sentinel resmi dihentikan, studio Lightspeed LA dipastikan akan tetap beroperasi. Sisa staf yang bertahan akan dialihkan untuk menggarap proyek open-world baru di bawah pimpinan creative director Todd Papy, dengan memanfaatkan kembali sebagian kode dan elemen permainan dari Last Sentinel. Keputusan ini memperpanjang rekam jejak kendala operasional studio naungan Tencent di kawasan Amerika Utara. Sebelumnya, Tencent telah menutup studio TiMi Montreal pada awal tahun ini serta membubarkan Team Kaiju pada 2023 lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author