Harga Motherboard Bakal Naik Hingga 50 Persen di Kuartal Tiga 2026

Share

Biaya merakit komputer diperkirakan bakal makin membengkak dalam waktu dekat. Komponen motherboard yang selama ini relatif stabil dilaporkan akan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Sejumlah produsen motherboard asal Taiwan berencana menyesuaikan harga jual produk mereka.

Penyesuaian ini diperkirakan mencapai 50 persen pada kuartal ketiga tahun ini, seperti dilansir dari Gamebrott. Langkah kenaikan harga tersebut bakal diambil oleh produsen besar seperti Gigabyte, Asus, dan MSI. Penyesuaian ini dilakukan demi mempertahankan margin keuntungan perusahaan di tengah tekanan biaya produksi.

Kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya biaya bahan baku dasar. Lonjakan terjadi pada tembaga, kapasitor, komponen daya, hingga chip controller.

Lonjakan biaya komponen papan induk ini berpotensi makin menekan daya beli konsumen. Daya beli masyarakat sendiri sebelumnya sudah melemah akibat krisis harga RAM yang terjadi sejak akhir tahun 2025. Para pengguna biasanya jarang melakukan penggantian motherboard jika tidak mengalami kerusakan fisik. Proses upgrade papan induk umumnya baru dilakukan saat pengguna berganti ke sistem CPU dengan socket baru yang tidak kompatibel.

Situasi ini makin diperparah oleh lonjakan harga memori DDR5 yang dinilai sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat banyak konsumen memilih bertahan memakai sistem generasi lama yang masih mengusung DDR4. Kenaikan yang merata pada seluruh komponen inti membuat pasar dan penjualan industri PC belakangan ini terus melemah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author