Kemenkes Catat Angka Harapan Hidup Indonesia Naik Jadi 74 Tahun

Share

Kementerian Kesehatan merilis data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dari 72 tahun menjadi 74 tahun pada Selasa (4/8/2026). Capaian tersebut tercatat masih berada di bawah sejumlah negara tetangga, dilansir dari Detik Health.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menjelaskan kondisi kenaikan usia harapan hidup tersebut di Kantor Kemenkes, Jakarta.

"Kalau kita lihat usia harapan hidup, menurut BPS naik dari 72 menjadi 74 tahun. Tetapi kalau lihat negara tetangga, Thailand, Malaysia, dan Singapura, kita masih di belakang," kata Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes.

Endang merinci bahwa angka harapan hidup Thailand saat ini menyentuh 77 hingga hampir 78 tahun, Singapura mendekati 84 tahun, sedangkan Malaysia berada pada angka 75 tahun. Selain itu, peningkatan usia harapan hidup nasional turut disertai pergeseran pola kematian yang diiringi lonjakan kasus penyakit kardiovaskular.

Pergeseran pola kematian di Indonesia kini cenderung menyasar kelompok usia produktif antara 35 hingga 60 tahun. Fenomena ini berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu yang didominasi oleh kematian bayi dan anak-anak.

"Sekarang kita sudah enggak sering dengar lagi kayak gitu. Tetapi sekarang kita makin sering mendengar teman kita lagi serangan jantung atau lagi setelah badminton, serangan jantung," tutur Maria Endang Sumiwi, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes.

Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko komplikasi dan tingkat kematian dini, Kemenkes menggulirkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi penyakit sejak tahap awal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author