CoreWeave Bangun 3 Pusat Data AI 360 MW di Indonesia

Share

Perusahaan penyedia layanan cloud kecerdasan buatan (AI), CoreWeave, resmi menancapkan kuku di Asia-Pasifik dengan memilih Indonesia sebagai lokasi fasilitas pusat data terbarunya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan tiga pusat data berkapasitas total daya teknologi informasi mencapai 360 megawatt (MW). Target operasional dari ketiga infrastruktur komputasi ini diproyeksikan mulai berjalan pada 2028, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Langkah ini menegaskan kehadiran fisik perdana penyedia cloud berkinerja tinggi tersebut di kawasan regional, setelah sebelumnya berfokus di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Langkah ekspansi ke Tanah Air membawa platform cloud AI milik CoreWeave lebih dekat ke konsumen di Asia Tenggara. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menangani beban kerja berat dari laboratorium AI, perusahaan rintisan (startup), hingga korporasi skala besar.

Chief Operating Officer CoreWeave, Sachin Jain, menuturkan bahwa Indonesia menunjukkan kombinasi pertumbuhan ekonomi digital yang pesat serta kebutuhan komputasi yang melonjak. Investasi pada pendidikan digital di dalam negeri juga dinilai mulai membuahkan hasil nyata.

"CoreWeave hadir di mana pun kami dapat memberikan para pionir AI kapasitas, kinerja, dan keandalan yang mereka butuhkan untuk membangun dan mengembangkan ide-ide mereka," kata Sachin Jain. Menurut Jain, ketersediaan daya komputasi secara lokal maupun global akan memberikan keunggulan kompetitif bagi entitas bisnis dan lembaga pemerintah. Penempatan infrastruktur di dalam negeri turut membawa keuntungan teknis seperti pemangkasan latensi atau waktu tunda saat mengakses layanan berbasis AI.

Perekrutan Tenaga Kerja dan Kepatuhan Aturan

Selain melakukan investasi fisik, CoreWeave berencana merekrut serta melatih tenaga kerja lokal untuk mengelola operasional pusat data tersebut. Program ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kapabilitas talenta teknis domestik di bidang cloud, pusat data, dan arsitektur AI.

Kehadiran pusat data lokal ini juga memegang peranan krusial bagi korporasi yang membutuhkan kapasitas GPU besar dan pemrosesan data berkecepatan tinggi. Di sisi lain, fasilitas dalam negeri mempermudah penyesuaian terhadap regulasi tata kelola serta penyimpanan data nasional.

Peta Persaingan Infrastruktur AI Global

CoreWeave dikenal sebagai penyedia cloud spesialis komputasi terakselerasi yang mengandalkan GPU Nvidia. Layanannya dimanfaatkan oleh jajaran raksasa teknologi dunia untuk kebutuhan pelatihan model AI hingga inferensi skala besar, seperti Microsoft, Meta, OpenAI, dan Anthropic.

Sebelumnya, CoreWeave telah mengoperasikan hampir 50 pusat data di wilayah AS dan Eropa dengan dukungan daya aktif melebihi 1 GW serta daya kontrak di atas 3,5 GW. Masuknya CoreWeave ke Indonesia mempertegas bahwa persaingan AI kini telah bergeser ke perebutan pasokan chip, jaringan, listrik, dan pusat data fisik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author