McDonalds Raih Pendapatan 7,10 Miliar Dolar AS Pada Kuartal II 2026

Share

Raksasa makanan cepat saji McDonald's meraup pendapatan sebesar 7,10 miliar dolar AS pada kuartal II 2026 atau tumbuh 3,7 persen secara tahunan, meskipun pertumbuhan penjualan di Amerika Serikat melambat hingga 0,8 persen akibat tingginya frekuensi program promosi yang membebani operasional gerai. Pencapaian pendapatan global tersebut tetap berhasil memenuhi ekspektasi Wall Street dengan laba bersih GAAP sebesar 3,32 dolar AS per saham dan margin operasional yang terjaga di angka 47 persen. Meski demikian, pertumbuhan penjualan toko yang sama di tingkat global tercatat melambat menjadi 1,3 persen karena penurunan jumlah kunjungan pelanggan di beberapa pasar utama.

Kinerja operasional di pasar domestik Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan setelah lonjakan berbagai skema diskon dan menu promo bertema khusus justru memicu penurunan kecepatan layanan serta ketidakefisienan di tingkat restoran. Kondisi tersebut memicu perubahan struktur kepemimpinan dengan mundurnya Joe Erlinger dari posisi Pimpinan McDonald's wilayah AS, yang kemudian digantikan oleh Skye Anderson.

Manajemen McDonald's menyoroti dampak dari lingkungan konsumen yang penuh tantangan serta tingginya beban operasional gerai.

"Penjualan sebanding global tumbuh 1,3%, mencerminkan lingkungan konsumen yang menantang yang melihat lalu lintas industri QSR di beberapa pasar terbesar kami terus datar hingga negatif," kata Ian Borden, Direktur Keuangan McDonald's. Borden menjelaskan lebih lanjut mengenai penyesuaian target ekspansi perusahaan di tingkat global akibat tekanan biaya pembangunan.

"Karena lingkungan konsumen yang tertekan saat ini, ditambah dengan dampak inflasi kumulatif pada biaya pembangunan, kami sekarang berharap dapat mencapai 50.000 restoran secara global pada tahun 2028," kata Ian Borden, Direktur Keuangan McDonald's. Pihak manajemen juga menegaskan pendirian perusahaan mengenai penawaran harga di tengah persaingan industri.

"Kami telah konsisten. Kami tidak akan kalah dalam hal nilai," kata Ian Borden, Direktur Keuangan McDonald's. Borden membeberkan bahwa penurunan kunjungan terjadi pada kelompok konsumen yang paling sering bertransaksi. "Secara kombinasi, semua faktor ini berdampak negatif pada kunjungan dari beberapa pelanggan kami yang paling setia," kata Ian Borden, Direktur Keuangan McDonald's.

Mengenai tren transaksi di kawasan domestik maupun internasional pada periode berikutnya, Borden memberikan gambaran awal.

"Komparasi di AS sedikit negatif pada bulan Juli," kata Ian Borden, Direktur Keuangan McDonald's. Guna mengatasi penurunan minat dari pelanggan setia, pihak manajemen menyiapkan strategi promosi digital baru. "Menghidupkan kembali pelanggan frekuensi tinggi kami," kata Ian Borden, Chief Financial Officer McDonald's.

Sementara itu, pimpinan tertinggi perusahaan memberikan penilaian umum mengenai capaian bisnis pada kuartal tersebut.

"Kuartal ini McDonald's menyampaikan pertumbuhan penjualan sebanding yang positif di setiap segmen dan bertindak tegas untuk memperkuat eksekusi saat kami mematangkan McDonald's untuk era pertumbuhan jangka panjang berikutnya," kata Chris Kempczinski, Chairman dan CEO McDonald's. Kempczinski juga mengakui adanya penurunan laju pertumbuhan penjualan di pasar domestik.

"Melambat secara signifikan," kata Chris Kempczinski, CEO McDonald's. Penyebab utama dari penurunan efisiensi operasional gerai disampaikan secara mendalam oleh Kempczinski.

"Kewalahan oleh terlalu banyak penerapan pada kuartal ini, yang menyebabkan operasi restoran menjadi kurang efisien… dan berdampak pada waktu layanan pelanggan," kata Chris Kempczinski, CEO McDonald's. Pasca pengumuman laporan kinerja keuangan tersebut diterbitkan, harga saham McDonald's tercatat stabil pada level 265,76 dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author