Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Peningkatan Status El Nino 2026
Pemerintah mengambil langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kenaikan status El Nino dari kuat menjadi sangat kuat di tahun 2026, kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam diskusi Bappenas pada Selasa (4/8/2026).
Salah satu upaya utama adalah operasi modifikasi cuaca untuk mengisi 240 bendungan yang mengalami kekeringan parah, guna memastikan ketersediaan air baku, irigasi pertanian, serta menjaga pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
"Kita saat ini sedang melakukan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk-waduk di Pulau Jawa," ujar Faisal.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan antisipasi kebakaran hutan dengan pemantauan muka air lahan gambut. Jika muka air kurang dari satu meter, operasi modifikasi cuaca akan dilakukan untuk membasahi lahan guna mencegah kebakaran.
"Sejak tahun 2015 kita menerapkan paradigma yang berbeda dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Kalau dulu kita hanya menunggu terbakar kemudian kita padamkan, tapi sekarang kita coba sebelum terbakar," kata Faisal.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kesiapan lintas sektor mulai dari ekonomi, pertanian, hingga penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat yang kekurangan air, sebagai tindak lanjut koordinasi mitigasi sejak beberapa bulan lalu.
"Bapak Presiden mendapatkan pengarahan yang utuh tentang kesiapan kita menghadapi kemarau dan El Nino serta potensi bencananya, kemudian memberikan arahan untuk semua sektor sebenarnya mulai dari sektor ekonomi kemudian pertanian," ujar Faisal.
Fokus utama pemerintah adalah melindungi sektor ekonomi dan pertanian rakyat agar produksi pangan tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang dan kering.
"Kami juga terus berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian, menentukan pola tanam, varietas tanaman yang sesuai dalam menghadapi kemarau," kata Faisal.