Pelatihan dan Sertifikasi Coretaxify untuk Staf Pajak
Sejak sistem administrasi pajak beralih ke Coretax, banyak staf accounting dan tax masih meraba-raba cara kerjanya. Perubahan sebesar itu memang menuntut adaptasi, apalagi ketika selama ini alur kerja mereka bertumpu pada cara lama.
Namun di sisi lain, pekerjaan tidak bisa berhenti hanya karena seseorang sedang belajar. Pelaporan SPT harus tetap berjalan, sementara kesalahan input di sistem baru bisa berujung pada masalah administrasi yang membuat proses kantor menjadi lebih rumit.
Di titik itulah pelatihan dan sertifikasi menjadi jalur yang dicari banyak praktisi—bukan sekadar membaca, melainkan berlatih langsung dengan pendampingan agar alurnya benar-benar melekat.
Pelatihan berbasis praktik: dari teori ke studi kasus
Pelatihan dan Sertifikasi Certified CoreTaxify Professional (CCP) dari Piranha Smart Center bersama SET Academy dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan adaptasi tersebut. Program ini tidak berhenti pada penjelasan konsep, tetapi mengajak peserta menggunakan aplikasi CoreTaxify melalui studi kasus nyata.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing praktisi perpajakan sampai memahami alur yang dibutuhkan untuk mengerjakan administrasi berbasis Coretax. Dengan format praktik seperti ini, proses belajar tidak hanya bergantung pada hafalan aturan, melainkan pada cara kerja sistem ketika berhadapan dengan skenario lapangan.
Materi diarahkan untuk menjawab kegelisahan yang sering muncul saat masa transisi: bagaimana memulai, bagaimana menjalankan proses, dan bagaimana memastikan pelaporan tetap sesuai kebutuhan administrasi.
Materi mencakup potong, pungut, hitung, hingga pelaporan
Rangkaian materi pelatihan mencakup pemotongan, pemungutan, perhitungan, sampai pelaporan SPT PPh 21, PPh Unifikasi, PPN, PPnBM, PPh Orang Pribadi, dan PPh Badan. Penyusunan materi disebut menyesuaikan perkembangan administrasi perpajakan terbaru di Indonesia.
Dengan cakupan yang luas itu, peserta tidak hanya mempelajari satu jenis kewajiban pajak, melainkan membangun pemahaman yang menyambung dari proses teknis ke output pelaporan. Fokusnya, agar peserta siap ketika harus menyelesaikan pekerjaan end-to-end di lingkungan kantor.
Di ruang kelas online, materi dijalankan dengan pendekatan yang menuntun peserta mengikuti alur sistem—sehingga kesalahan input bisa diminimalkan sejak memahami langkah-langkah dasarnya.
Jadwal dan tempat pelaksanaan
Program ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis hingga Minggu, tanggal 6 sampai 9 Agustus 2026. Kelas dilakukan secara online melalui Zoom Meeting, sehingga peserta dapat mengikuti tanpa harus berpindah lokasi.
Bagi staf accounting dan tax yang sedang berada di ritme kerja, format online juga memudahkan penyesuaian waktu—tanpa mengorbankan seluruh jam kerja hanya untuk mendatangi pelatihan tatap muka.
Target hasil setelah pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki fondasi kuat perpajakan berbasis Coretax. Di saat yang sama, peserta juga ditargetkan memperoleh skill praktis yang bisa langsung terpakai di kantor.
Lebih dari itu, pengalaman hands-on disebut menjadi nilai pembeda dibanding sekadar membaca modul. Dengan latihan yang bersandar pada studi kasus, peserta mendapatkan gambaran yang lebih dekat dengan situasi nyata.
Program juga menyediakan sertifikasi bergelar CCP, e-modul, akses simulasi CoreTaxify Premium, serta networking alumni lintas industri. Bagi peserta yang ingin memperluas jejaring, bagian networking berpotensi membantu pertukaran praktik antarprofesi.
Kelas terbuka untuk lebih dari sekadar praktisi
Kelas ini tidak hanya untuk staf accounting dan tenaga pajak yang sudah bekerja. Pelatihan juga terbuka untuk mahasiswa akuntansi dan perpajakan, dosen, serta tenaga pendidik yang ingin mengajarkan materi paling relevan dengan sistem terkini.
Dengan pendekatan berbasis pembaruan sistem, program ini menawarkan materi yang tidak lagi bertumpu pada versi lama yang sudah tidak dipakai. Bagi kalangan pengajar, ini dapat menjadi referensi untuk memastikan materi yang disampaikan selaras dengan praktik administrasi masa kini.
Sementara bagi mahasiswa, mengikuti format praktik langsung bisa menjadi langkah awal mengenalkan bagaimana proses di sistem berlangsung, bukan hanya mempelajari konsep dari sisi teori.
Alasan memilih jalur praktik untuk masa transisi
Di masa transisi dari sistem lama ke Coretax, banyak orang mengandalkan trial and error—tapi proses itu sulit dipertahankan ketika tenggat pelaporan tetap harus dipenuhi. Kesalahan yang terjadi di tahap input dan pemahaman alur bisa berimbas pada administrasi yang merepotkan.
Pelatihan yang menekankan praktik menggunakan aplikasi, pendampingan dari praktisi, serta studi kasus nyata menjadi cara untuk mempercepat penguasaan. Bukan berarti masa belajar mandiri tidak berguna, tetapi waktu yang tersedia sering tidak memadai bagi mereka yang harus tetap mengurus pelaporan.
Bagi staf accounting, tax, konsultan pajak, atau siapa saja yang masih kesulitan adaptasi ke Coretax, program pelatihan ini diposisikan sebagai solusi yang lebih praktis dibanding belajar otodidak dari video tutorial yang belum tentu selalu update mengikuti perubahan administrasi.