Penjualan Balai Lelang Utama Capai Hampir 10 Miliar Dolar AS
Balai-balai lelang besar di seluruh dunia membukukan nilai penjualan mendekati USD 10 miliar pada paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan pesat di pasar barang mewah dan seni rupa ini dilatarbelakangi oleh kemunculan miliarder baru dari industri teknologi, seperti dilaporkan oleh Detik iNET.
Sotheby's mencatatkan rekor penjualan paruh pertama tertinggi sepanjang 282 tahun sejarahnya dengan nilai USD 4,4 miliar atau naik 58 persen. Sementara itu, Christie's melaporkan pendapatan sebesar USD 4,5 miliar, menandai lonjakan sebesar 71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Para pelaku pasar menyebut pertumbuhan ini dipicu oleh penciptaan kekayaan baru yang cepat melalui sektor kecerdasan buatan (AI), penawaran umum perdana (IPO), dan penguatan harga saham.
"Ada pihak yang bersedia menjual objek-objek luar biasa dan ada pula yang bersedia mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk memiliki karya-karya eksklusif yang hanya ada satu di dunia itu," kata CEO Christie's, Bonnie Brennan.
Sektor barang mewah lainnya turut memecahkan rekor, mencakup lukisan, mobil klasik, jam tangan, perhiasan, hingga fosil purba. Transaksi tertinggi dipimpin oleh lukisan Jackson Pollock berjudul "Number 7A, 1948" yang terjual seharga USD 181 juta di Christie's.
Tren pengumpan barang koleksi juga menggeser preferensi pasar, di mana supercar era 1990-an dan jam tangan independen eksklusif kini lebih dicari oleh miliarder muda. Rumah lelang Phillips in Association with Bacs & Russo merekam rekor lelang jam tangan senilai USD 235 juta pada paruh pertama ini, dengan penjualan tertinggi berupa F.P. Journe Souscription Résonance seharga USD 13,9 juta.
Di kategori benda purbakala, Sotheby's berhasil menjual fosil T. rex bernama "Gus" asal Dakota Selatan seharga USD 50,1 juta. Selain itu, barang memorabilia seperti jersey pemain NBA Jalen Brunson senilai USD 1,024 juta dan jaket kulit Tom Ford milik CEO Nvidia Jensen Huang seharga USD 960.000 turut diserap oleh pasar kolektor baru ini.