Jepang Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman China Dan Rusia

Share

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menegaskan komitmen Tokyo untuk memperkuat pertahanan militer secara mendesak, Selasa (4/8/2026), dilansir dari Detikcom. Langkah ini diambil menyusul penilaian terbaru pemerintah terkait ancaman keamanan dari China, Rusia, dan Korea Utara.

Pemerintah Jepang terus meningkatkan anggaran militer dan memperluas kerja sama keamanan regional. Upaya tersebut mencakup penempatan peluncur rudal di pulau terluar, akuisisi kemampuan serangan balik, hingga pelonggaran aturan ekspor senjata.

Eskalasi aktivitas militer di kawasan Asia-Pasifik memicu kekhawatiran mendalam bagi stabilitas keamanan nasional Jepang.

"Sangatlah penting bagi Jepang untuk semakin memperkuat dan mentransformasi kemampuan pertahanannya dengan rasa urgensi dan krisis yang lebih kuat dari sebelumnya," kata Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang.

Koizumi menyoroti manuver militer gabungan yang kian intensif di wilayah perbatasan.

"Tidak hanya China dan Korea Utara yang terus memperkuat kemampuan militer mereka, China-Rusia dan Rusia-Korea Utara juga semakin memperkuat kerja sama mereka," kata Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang.

Laporan buku putih pertahanan terbaru mencatat perluasan jangkauan operasi militer Beijing dari rantai pulau pertama hingga kedua. Sepanjang tahun 2025, terjadi berbagai insiden seperti pergerakan kapal induk China dan manuver berisiko pesawat tempur Beijing terhadap armadad udara Jepang pada Juni dan Juli.

Guna merespons pergerakan tersebut, armada jet tempur Jepang mencatatkan 595 kali pengerahan dalam periode satu tahun hingga 31 Maret 2026. Sebanyak 366 misi ditujukan untuk mencegat pesawat China dan 214 misi merespons armada udara Rusia.

Di sisi lain, kebijakan pencabutan larangan ekspor senjata yang diputuskan pada April lalu masih terkendala masalah kapasitas produksi dalam negeri yang berpotensi mengganggu inovasi dan pengadaan alat utama sistem persenjataan.

Jepang juga terus mempererat koordinasi dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat, serta memperluas kemitraan dengan Filipina, Australia, dan Korea Selatan.

"Di tengah situasi keamanan yang kian memburuk dengan cepat, hal yang kini diperlukan adalah memperkuat ketahanan menghadapi krisis di seluruh kawasan Indo-Pasifik," kata Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author