Pemkot Palu Mediasi Polemik Warung Babi Guling di Mantikilore
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengambil langkah mediasi untuk menyelesaikan perselisihan terkait keberadaan warung babi guling di pinggir jalan yang memicu protes warga setempat pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pertemuan antara pemilik usaha dan masyarakat yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam terpaksa ditunda. Penundaan ini dilakukan atas permintaan warga yang masih memerlukan waktu untuk melakukan konsolidasi internal sebelum bermusyawarah.
"Iya seharusnya malam ini mediasinya, cuman warga minta diundur karena mereka masih konsolidasi. Mediasinya akan segera dilaksanakan," ujar Camat Mantikilore, Risdianto.
Proses mediasi ini nantinya dirancang dengan melibatkan aparat pemerintah dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Penanganan bersama ini ditujukan untuk menjembatani komunikasi antara pemilik warung babi guling dan masyarakat sekitar.
"Iya nanti itu mediasi akan mempertemukan pemilik warung. Kita cari solusi yang terbaik," katanya.
Pemerintah daerah setempat menekankan pentingnya pendekatan dialogis agar persoalan ini tidak meluas menjadi konflik yang berkepanjangan. Warga pun diminta untuk tidak mengambil tindakan sepihak serta menjaga kondusivitas wilayah.
"Ya, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah. Tentunya kita harus melihat semua aspek yang ada. Jangan sampai persoalan ini justru merugikan kita sendiri," bebernya.