Serangan Drone Ukraina dan Rusia Tewaskan Warga Sipil
Lima orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone Ukraina yang menghantam kawasan industri di pinggiran Moskow, Rusia, pada Selasa (4/8/2026) pagi waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi saling serang menggunakan ratusan drone dan rudal melintasi batas negara terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas logistik di wilayah Rusia maupun Ukraina.
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengonfirmasi insiden yang memicu titik api di zona industri Novoselki tersebut melalui akun media sosialnya.
"Menurut informasi awal, lima orang tewas dan enam lainnya terluka," tulis Andrey Vorobyov di Telegram.
Di wilayah barat laut Rusia, Gubernur Leningrad Aleksandr Drozdenko melaporkan serangan drone merusak fasilitas logistik milik perusahaan e-commerce Wildberries di dekat Krasny Bor dan melukai satu orang.
Sementara itu, serangan udara balasan dari pihak Rusia di wilayah Sumy, timur laut Ukraina, menghantam pemukiman warga dan menyebabkan tiga korban jiwa.
"Dua anak dan seorang wanita lanjut usia tewas dalam serangan (bom udara berpemandu) Rusia di Sumy malam ini," tulis Oleg Grygorov, kepala administrasi militer wilayah Sumy, di Telegram.
Petugas penyelamat mengonfirmasi evakuasi korban dari lokasi kejadian pascaserangan tersebut.
"Anak-anak perempuan itu berusia 5 dan 10 tahun. Jenazah anak-anak itu ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka," imbuh Oleg Grygorov.
Selain di Sumy, serangan udara Rusia di kota pelabuhan Mykolaiv, Ukraina selatan, turut menewaskan seorang wanita berusia 89 tahun menurut keterangan Georgy Reshetilov selaku kepala administrasi militer wilayah setempat. Eskalasi militer ini terus berlanjut sejak Rusia meluncurkan serangan skala penuh pada Februari 2022.