PT NQI Gandeng China Satcom Sediakan Kapasitas Satelit 1 Gbps

Share

PT Nusantara Quantum Intelligence (PT NQI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan operator satelit nasional Tiongkok, China Satellite Communications Co., Ltd. (China Satcom), di Beijing. Kerja sama ini dilansir dari Detik iNET bertujuan memperkuat infrastruktur konektivitas digital di Indonesia.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur PT NQI Walter Rudolf Kaminski bersama Senior Executive China Satcom Hans Yang. Melalui kemitraan ini, NQI ditunjuk sebagai mitra strategis untuk sertifikasi serta layanan satelit milik China Satcom.

Dalam kerja sama ini, NQI memperoleh alokasi prioritas kapasitas sebesar 1 Gbps pada transponder High-Throughput Satellite (HTS) terbaru China Satcom. Alokasi ini menjadi salah satu penyerahan kapasitas awal terbesar yang pernah diberikan kepada perusahaan di kawasan ASEAN.

Sebagai anak perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), China Satcom telah berpengalaman lebih dari 40 tahun. Perusahaan ini mengoperasikan armada yang terdiri dari 20 satelit komunikasi pada spektrum C-Band, Ku-Band, dan Ka-Band dengan jangkauan mencakup Asia, Timur Tengah, Eropa, Samudra Hindia, hingga Pasifik.

Memanfaatkan jaringan infrastruktur tersebut, PT NQI bersiap menghadirkan enam pilar layanan utama China Satcom di Indonesia untuk mendukung percepatan transformasi digital.

Pilar pertama menyasar backhaul telekomunikasi dan ekspansi 4G/5G melalui penyewaan bandwidth satelit berkapasitas besar. Solusi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan seluler di wilayah terpencil serta kawasan pertambangan yang belum terjangkau secara optimal.

Pilar kedua menyediakan konektivitas enterprise dengan kecepatan 1 Mbps hingga lebih dari 100 Mbps. Jaringan privat dan akses internet ini dirancang untuk sektor energi, perbankan seperti ATM, perkebunan, dan logistik di lokasi terisolir.

Pilar ketiga menghadirkan teknologi Satellite IoT berbasis C-Band yang hemat daya serta berkeandalan tinggi. Layanan ini disiapkan untuk mendukung smart grid, otomatisasi industri, hingga sistem peringatan dini bencana geologi.

Pilar keempat meliputi layanan Maritime VSAT berupa internet broadband dan jaringan privat untuk digitalisasi sektor pelayaran, perikanan, rig lepas pantai, dan kebutuhan pertahanan maritim berjangkauan global.

Pilar kelima berfokus pada konektivitas penerbangan atau In-Flight Connectivity (IFC) berkecepatan tinggi. Layanan internet di dalam pesawat ini ditargetkan bagi maskapai penerbangan sipil Indonesia dan ASEAN, operator drone (UAV), serta operasi darurat.

Pilar keenam berfokus pada penyiaran dan distribusi konten dengan mengintegrasikan infrastruktur Direct-to-Home (DTH), Content Delivery Network (CDN), dan layanan uplink untuk lembaga penyiaran nasional serta platform OTT.

Target Peluncuran Komersial

Dengan memegang alokasi kapasitas HTS 1 Gbps, PT NQI menargetkan peluncuran komersial rangkaian layanan ini dapat terealisasi pada Kuartal IV 2026. Operasional awal akan dimulai dari Indonesia sebelum diperluas ke Papua Nugini dan Australia.

"Kemitraan ini merupakan langkah besar bagi masa depan transformasi digital Indonesia. Dengan menggabungkan kapabilitas satelit kelas dunia milik China Satcom dan strategi nasional PT NQI, kami siap menghadirkan solusi konektivitas, IoT, maritim, penerbangan, dan penyiaran dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya di kawasan ASEAN," kata Walter Rudolf Kaminski.

Antusiasme atas kerja sama ini juga disampaikan oleh pihak China Satcom melalui perwakilannya.

"Bersama-sama kami akan menghadirkan ekosistem layanan satelit China Satcom untuk mendukung pemerintah, pelaku usaha, dan operator melalui layanan yang andal dan berperforma tinggi," tutur Hans Yang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author