Universitas Brawijaya Gelar Skrining Kesehatan Mental 17.000 Mahasiswa
Universitas Brawijaya (UB) menggelar tes skrining kesehatan mental secara serentak bagi 17.000 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit UB, Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Langkah ini ditujukan untuk membantu mahasiswa beradaptasi dan mengoptimalkan proses pembelajaran.
Pemeriksaan kesehatan jiwa yang berlangsung selama tiga hari ini baru pertama kali diselenggarakan secara tatap muka di lingkungan kampus. Selain tes mental, para mahasiswa baru juga diwajibkan menjalani pemeriksaan tes urine (NAPZA).
Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB menyusun kuesioner khusus guna memastikan kondisi emosional peserta. Skrining secara langsung difungsikan demi menjamin keabsahan data pengisi formulir.
"Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana yang dilaksanakan serentak, karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru," ujar Dian Sudiono Putri, Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB.
Panitia pelaksana mendampingi proses pengisian untuk memastikan kerahasiaan data setiap peserta. Pemeriksaan awal ini dilakukan sebagai langkah pemetaan kondisi psikologis mahasiswa sejak awal masuk perkuliahan.
"Tim panitia bertugas memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan," tutur Dian Sudiono Putri, Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB.
Deteksi dini dinilai penting agar penurunan kondisi mental mahasiswa di pertengahan semester dapat diantisipasi lebih cepat. Pihak kampus menempatkan diri sebagai garda terdepan penanganan kesehatan jiwa civitas akademika.
"Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini," kata Dian Sudiono Putri, Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB.
Salah satu peserta skrining dari Fakultas Kedokteran, Ana, menyambut positif agenda ini. Ia berharap kampus segera memfasilitasi intervensi medis bagi mahasiswa yang terindikasi membutuhkan penanganan penunjang.
Pihak Universitas Brawijaya mengagendakan pemeriksaan kesehatan mental ini secara berkala setiap enam bulan sekali.