Bandara Ngurah Rai Terima Ancaman Bom Palsu dan Jalankan Prosedur Keamanan

Share

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menerima pesan elektronik berisi ancaman bom pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 21.58 Wita. Ancaman tersebut kemudian dipastikan palsu setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari Detikcom.

Setelah menerima informasi itu, Komite Keamanan Bandara bersama instansi terkait langsung melaksanakan prosedur penanganan ancaman sesuai standar operasional yang berlaku. Namun tidak ditemukan indikasi kebenaran atas ancaman tersebut.

"Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi yang diterima pihak bandara," ujar Gede Eka Sandi Asmadi, Kepala Divisi Komunikasi dan Legal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Sandi memastikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan tetap aman, lancar, dan terkendali di Bandara Ngurah Rai.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi bercandaan yang sensitif, mengingat bandara adalah objek vital nasional dengan pengamanan ketat sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami turut mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara untuk tidak bercanda, membuat, atau menyampaikan informasi palsu mengenai ancaman bom, maupun bentuk ancaman keamanan lainnya di Bandara," kata Sandi.

Sementara itu, Iptu I Gede Suka Artana, Ps. Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, mengatakan bahwa pihak kepolisian kawasan bandara masih melakukan penyelidikan terkait penyebaran informasi ancaman palsu tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author