Instagram Hapus Konten Pelecehan Hasil Rekaman Kacamata Pintar
Instagram menindak tegas konten video hasil rekaman kacamata pintar yang menampilkan pelecehan atau pemanfaatan orang lain tanpa izin di ruang publik. Kebijakan ini disampaikan menyusul maraknya aksi perekaman diam-diam terhadap orang lain, seperti dilaporkan media Detik iNET pada Selasa (4/8/2026).
Langkah penertiban platform milik Meta ini menyasar pembuatan konten terselubung, termasuk video prank dan konten rayuan yang merekam target tanpa disadari. Tindakan tersebut diambil guna melindungi privasi pengguna dari maraknya penyalahgunaan teknologi perangkat sandang.
Head of Instagram Adam Mosseri mengonfirmasi komitmen perusahaan untuk membersihkan platform dari konten yang mengganggu kenyamanan publik tersebut melalui pernyataan resminya.
"Jika Anda mengunggah konten yang memanfaatkan orang lain dan melecehkan mereka, seperti banyak video rayuan gombal yang pernah kami dengar dan lihat, maka kami akan menghapus konten tersebut," kata Mosseri.
Ia menambahkan bahwa pihak platform terus berupaya membendung peredaran video yang diambil secara tidak etis.
"Kami tidak ingin orang-orang diam-diam merekam video orang lain dan mengganggu mereka lalu mengunggahnya di platform kami. Jadi kam mencoba melawannya dengan segala cara," imbuhnya.
Laporan dari Business Insider mencatat bahwa Instagram telah mengambil tindakan nyata dengan memblokir akun milik dua kreator konten rayuan yang masing-masing memiliki lebih dari satu juta pengikut. Penutupan akun tersebut dilakukan setelah keduanya terbukti menggunakan kacamata pintar untuk merekam perempuan di ruang umum secara diam-diam.
Juru bicara Meta menguatkan kabar penindakan tersebut dengan mengonfirmasi pemblokiran akun akibat pelanggaran panduan komunitas. Meski demikian, pihak Meta belum merinci mekanisme kriteria penentuan interaksi pelecehan maupun total jumlah unggahan dan akun yang telah ditindak hingga saat ini.
Guna mencegah manipulasi perangkat, Meta meluncurkan pembaruan sistem pada kacamata pintar Meta Ray-Ban. Pembaruan tersebut akan merancang kamera mati secara otomatis jika pengguna berusaha menutup atau merusak lampu indikator perekaman LED.