Mitratel Raih Pendapatan Rp 4,69 Triliun Pada Semester I 2026

Share

Laju bisnis PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang semester I-2026. Capaian ini dilandasi peningkatan kinerja pada perolehan pendapatan hingga laba bersih perseroan.

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan Mitratel tumbuh 2,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 4,69 triliun, dilansir dari Detik Finance. Sektor penyewaan menara menjadi penopang utama dengan menyumbang 81,7% dari total pendapatan.

Pertumbuhan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi turut mendorong bisnis fiber sebagai mesin pertumbuhan baru. EBITDA perseroan naik 0,8% menjadi Rp 3,89 triliun dengan EBITDA Margin mencapai 82,9%.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Mitratel terangkat 1,5% yoy menjadi Rp 1,11 triliun. Catatan ini menghasilkan Net Profit Margin sebesar 23,7% selama paruh pertama tahun ini.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan bersama BPI Danantara dan Telkom Group.

"Transformasi yang kami jalankan bukan sekadar memperluas portofolio bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang, dengan dorongan penguatan daya saing, penciptaan nilai tambah, dan peningkatan efisiensi sesuai dengan langkah transformatif Danantara Indonesia dan Telkom Group Mitratel terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-a-Service (PaaS)," ujar Theodorus Ardi Hartoko dalam keterangan tertulis.

Secara operasional, Mitratel mengelola sebanyak 40.563 menara hingga pertengahan 2026. Sebanyak 59% dari total menara tersebut berlokasi di luar Pulau Jawa yang menjadi area ekspansi utama.

Langkah ekspansi wilayah tersebut sukses menaikkan jumlah kolokasi sebesar 10,3% yoy menjadi 23.303 tenant. Hasilnya, tenancy ratio Mitratel meningkat ke level 1,57x.

Pengembangan lini bisnis fiber juga terus dipercepat sebagai pilar pertumbuhan baru. Panjang jaringan fiber yang dikelola melonjak 13,9% yoy menjadi 74.779 km billable length.

Guna memperkuat transformasi, Mitratel mengembangkan solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) untuk mendukung FWA dan PaaS. Perseroan juga meluncurkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS) sebagai sumber pendapatan berulang baru.

Di samping perluasan portofolio, teknologi AIONIC One mulai diterapkan untuk meningkatkan akurasi identifikasi perangkat di setiap menara. Langkah ini memperkuat efisiensi operasional jaringan.

Prospek bisnis jangka panjang dinilai tetap menjanjikan, didorong oleh rencana pemerintah memuat lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Rencana lelang ini diproyeksikan memicu ekspansi jaringan operator seluler secara masif, khususnya di kawasan rural.

"Dengan fundamental yang kuat, transformasi yang berjalan konsisten selaras dengan arah transformasi Danantara dan Telkom Group, serta disiplin dalam menjaga profitabilitas, kami optimistis Mitratel akan terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," kata Theodorus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author