Kebiasaan Makan yang Memicu dan Mencegah Batu Ginjal

Share

Pembentukan batu ginjal sering kali dipicu oleh pekatnya mineral dan senyawa tertentu dalam urine yang kemudian mengkristal. Selain kurang minum air putih, kebiasaan konsumsi makanan harian turut memberikan kontribusi besar terhadap timbulnya masalah kesehatan ini.

Sebagaimana dilansir dari Detik Health, pemahaman terhadap pola makan yang berisiko sangat diperlukan agar tindakan pencegahan dapat diterapkan lebih awal.

Terdapat sejumlah kebiasaan konsumsi harian yang tanpa disadari dapat meningkatkan potensi terbentuknya endapan kristal di organ ginjal.

1. Konsumsi Natrium Berlebih

Asupan natrium tinggi dari makanan kemasan atau olahan memicu ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium ke dalam urine. Ahli diet Ashley Kitchens, MPH, RD, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memicu risiko pembentukan batu kalsium oksalat yang merupakan jenis paling umum.

2. Kurangnya Asupan Kalsium

Kekurangan kalsium justru mempermudah proses pemikatan oksalat di dalam saluran kemih. Ahli diet Melissa Mitri, MS, RD, menjelaskan bahwa kalsium berfungsi mengikat oksalat agar dapat melintasi tubuh tanpa menumpuk dan mengkristal di ginjal.

3. Asupan Protein Hewani yang Tinggi

Pola makan yang mendominasikan protein hewani, terutama daging merah, berpotensi menaikkan kadar asam urat dalam urine. Sebagai alternatif aman, sumber protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan lebih direkomendasikan untuk menjaga ginjal.

4. Tingginya Konsumsi Gula Tambahan

Gula tambahan menjadi faktor pemicu tersembunyi yang sering terabaikan. Melissa Mitri menyebutkan bahwa gula tambahan secara diam-diam mampu mendongkrak risiko batu ginjal bahkan sebelum tubuh mengalami dehidrasi. Satu kaleng minuman bersoda manis per hari saja sudah cukup untuk menaikkan risiko tersebut.

Pilihan Makanan untuk Mencegah Batu Ginjal

Penyesuaian menu harian dengan memasukkan beberapa jenis makanan tertentu efektif membantu menurunkan risiko pengendapan kristal di ginjal.

1. Buah Sitrus

Jeruk, lemon, dan limau kaya akan kandungan sitrat. Menurut Ashley Kitchens, zat sitrat ini berperan aktif dalam menghambat proses pembentukan kristal baru di dalam ginjal.

2. Makanan Kaya Kalsium dan Sayuran Hijau

Memenuhi kebutuhan kalsium dari produk susu atau susu nabati yang diperkaya dapat melindungi organ pencernaan. Kalsium akan mengikat oksalat di usus sehingga tidak sampai ke urine. Pilihan sayuran hijau seperti kale dan bok choy juga menyediakan kalsium tinggi tanpa kandungan oksalat yang berlebih seperti pada bayam.

3. Buah dan Sayur Tinggi Air

Asupan cairan dapat ditambah melalui konsumsi buah dan sayur berair seperti semangka, mentimun, dan jeruk. Cairan ini membantu meningkatkan volume urine sekaligus mengencerkan konsentrasi mineral pembentuk batu.

4. Kacang-kacangan

Lentil dan kacang merah merupakan alternatif protein yang memiliki kadar purin jauh lebih rendah dibanding daging merah. Penggunaan sumber nabati ini membantu menekan produksi asam urat di dalam tubuh.

5. Biji-bijian Utuh

Asupan biji-bijian utuh seperti beras merah dan oat menyuplai magnesium yang memadai. Magnesium bekerja mengikat oksalat di usus, sehingga membatasi jumlah oksalat yang masuk dan membebankan kerja ginjal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author