Alexandra Eala Raih Gelar WTA Perdana di Washington Open 2026
Petenis putri Filipina, Alexandra Eala, mengukir sejarah dengan merebut gelar WTA Tour pertama dalam kariernya usai menundukkan unggulan teratas Jessica Pegula 4-6, 6-4, 6-0 di final Washington Open pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kemenangan Eala diraih setelah pertandingan yang sempat tertunda akibat hujan sejak Minggu berhasil dilanjutkan. Petenis berusia 21 tahun itu tampil dominan dengan merebut sembilan gim terakhir secara beruntun dan hanya memberikan delapan poin kepada lawannya di set penentu.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Eala yang sebelumnya gagal mengonversi empat poin kejuaraan pada final pertamanya di Eastbourne tahun lalu.
"Hanya kebahagiaan murni," kata Alexandra Eala, petenis Filipina.
Ia menyampaikan rasa tidak percaya atas keberhasilannya mengangkat piala di turnamen level WTA 500 tersebut.
"Oh astaga, memenangkan turnamen 500, ini luar biasa. Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa bagi saya," ujar Alexandra Eala, petenis Filipina.
Petenis peringkat 28 dunia itu mengaku tidak pernah menyangka bisa mencapai posisi ini sejak awal pekan maupun awal tahun.
"Di awal pekan, tidak mungkin saya berpikir akan memegang trofi ini. Bahkan di awal tahun," kata Alexandra Eala, petenis Filipina.
Ia menambahkan bahwa momen-momen seperti ini datang secara tiba-tiba dan akan selalu dijaganya dengan erat.
"Hal-hal seperti ini mendatangi Anda dan saya memegang momen-momen ini sangat dekat dengan saya," ujar Alexandra Eala, petenis Filipina.
Perjalanan Eala menuju tangga juara terbilang berat karena harus menumbangkan sejumlah petenis tangguh dunia seperti Zheng Qinwen, Elina Svitolina, Naomi Osaka, hingga juara bertahan Leylah Fernandez.
"Ini adalah jalan yang sangat terjal," kata Alexandra Eala, petenis Filipina.
Ia merasa bangga karena mampu melewati berbagai rintangan berat sepanjang pekan turnamen berlangsung.
"Saya tahu persaingan sangat kuat dan undian saya cukup tangguh. Jadi saya sangat, sangat bangga. Saya pikir saya menghadapi porsi rintangan yang cukup minggu ini," ujar Alexandra Eala, petenis Filipina.
Meskipun durasi bersih di papan skor mencatatkan 1 jam 45 menit, laga final tersebut membutuhkan waktu hampir 24 jam untuk diselesaikan akibat penundaan cuaca buruk.
Eala menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pendukung yang terus memberikan dorongan moral kepadanya.
"Kepada semua pendukung saya, terima kasih teman-teman… khususnya komunitas Filipina di sini di DC, dan di rumah, serta di mana pun Anda berada di seluruh dunia. Saya benar-benar merasakan semua cinta itu… Sebelum final kemarin, saya menerima begitu banyak pesan. Pesan-pesan manis dari keluarga dan teman-teman saya yang ada di tur atau di mana pun di dunia, dan saya berpikir dalam hati, 'Saya merasakan begitu banyak cinta'," kata Alexandra Eala, petenis Filipina.
Kemenangan pertama di tingkat tur ini juga melengkapi catatan impresif Eala yang mengantongi lima kemenangan beruntun melawan petenis 10 besar dunia, termasuk Elena Rybakina dan Iga Świątek.
"Saya merasakan begitu banyak cinta. Kesempatan pertama saya meraih gelar dengan mengetahui ini tidak akan menjadi yang terakhir dan telah mencapai tonggak sejarah ini untuk karier saya. Saya tahu apa pun yang terjadi setelah pertandingan ini akan tetap menjadi kemenangan bagi saya," ujar Alexandra Eala, petenis Filipina.
Di sisi lain, Jessica Pegula harus merelakan ambisinya untuk meraih gelar ketiga di Washington setelah sebelumnya menjuarai turnamen ini pada edisi 2019 dan 2021.
"Pasti terasa seperti dua pertandingan yang berbeda," kata Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Pegula mengakui kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya saat laga berlanjut di hari Senin.
"Saya hanya merasa tidak bisa menemukan ritme saya. Saya pikir saya bermain jauh lebih baik kemarin, untuk alasan apa pun, daripada hari ini, dan saya pikir dia bermain lebih baik hari ini daripada kemarin," ujar Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Petenis peringkat tiga dunia itu menyanjung atmosfer penonton yang memadati stadion di hari penutupan.
"Ini adalah penonton final hari Senin terbaik yang pernah saya lihat," kata Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Ia mengapresiasi dukungan luar biasa dari para penggemar Filipina yang turut memajukan olahraga tenis wanita.
"…Kepada semua penggemar Filipina yang datang, dan telah mendukung. Kalian sangat membantu menumbuhkan tenis di seluruh dunia, dan saya menghargai itu. Sebagai atlet wanita, berada di tenis, kami senang melihat pertumbuhan itu," ujar Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Pegula juga memuji kedewasaan Eala dalam menghadapi popularitas besar yang menyertainya.
"Saya hanya berpikir ini sangat menyegarkan dan menyenangkan melihat seberapa baik dia menangani semua jenis Penggemar dan ketenaran yang datang bersamanya sebagai orang Filipina dan bagaimana mereka benar-benar merangkulnya," kata Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Ia memberikan ucapan selamat langsung atas pencapaian sang lawan di turnamen tersebut.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Alex atas turnamen yang luar biasa," ujar Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Pegula mengakui perkembangan pesat Eala sejak pertemuan pertama mereka di lapangan.
"Untuk melihat seberapa jauh Anda telah berkembang selama dua tahun terakhir ketika kita pertama kali bermain, untuk melihat penggemar luar biasa yang mengikuti Anda di setiap tempat yang Anda tuju, tidak menyenangkan bermain melawannya tetapi saya pikir itu luar biasa," kata Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa cara Eala menangani tekanan setiap minggu menunjukkan kematangan luar biasa sebagai pemain dan individu.
"Sungguh gila bagaimana dia menghadapinya setiap minggu, yang menunjukkan kedewasaannya sebagai pemain dan sebagai pribadi," ujar Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat.
Sementara itu pada kategori putra, Taylor Fritz berhasil meraih gelar pertamanya musim ini setelah mengalahkan petenis remaja Spanyol, Rafael Jodar, dengan skor 7-6 (2), 6-4.
Berkat hasil di Washington Open, posisi Eala diproyeksikan melonjak ke peringkat 20 dunia dalam rilis terbaru WTA, dan kedua finalis kini bersiap melanjutkan aksi mereka di Canadian Open.