Serangan Rudal Rusia Hancurkan 8 Juta Buku di Kharkiv

Share

Serangan drone dan rudal militer Rusia menghantam gudang penerbit Ranok di Kharkiv, Ukraina, hingga menyebabkan delapan juta buku musnah terbakar pada Sabtu (1/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom via AFP.

Insiden tersebut menjadi kehancuran infrastruktur perbukuan terbesar di Ukraina sejak invasi berskala penuh dimulai. Petugas pemadam kebakaran harus berjuang memadamkan api yang membakar bangunan gudang tersebut selama beberapa jam setelah serangan terjadi.

Pihak penerbit Ranok memberikan penegasan terkait skala kerusakan yang dialami oleh fasilitas produksi mereka melalui pernyataan resmi.

"Ini adalah kerugian terbesar bagi infrastruktur buku Ukraina sejak awal perang skala penuh," kata penerbit Ranok.

Hantaman amunisi menyebabkan kehancuran massal pada koleksi literatur yang siap didistribusikan kepada masyarakat dan lembaga pendidikan.

"Lebih dari 8 juta buku telah hancur dalam kebakaran tersebut, termasuk buku teks untuk anak-anak," kata penerbit Ranok.

Petugas keamanan dan tim darurat di lokasi masih berupaya mengendalikan kobaran api yang melahap sisa-sisa material cetak.

"Api masih berkobar. Musuh berusaha membakar pendidikan dan budaya kita," tambah penerbit Ranok.

Pimpinan perusahaan turut mengecam aksi penyerangan yang menyasar fasilitas penerbitan cetak di wilayah timur laut Ukraina tersebut.

Direktur penerbit Ranok, Viktor Kruglov, menyebutnya sebagai "serangan terhadap pendidikan dan budaya Ukraina."

Penyerangan terhadap infrastruktur literatur ini bukan kali pertama terjadi. Bulan lalu, serangan di dekat Kyiv membakar 800.000 buku karya berbagai penulis internasional termasuk George Orwell dan Barack Obama. Sepanjang masa invasi, Rusia berulang kali menargetkan museum, galeri, studio film, gereja, dan situs budaya penting di Ukraina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author