FCSB Hadapi Farul di Tengah Protest Suporter dan Masalah Lapangan
FCSB dijadwalkan bertanding melawan Farul dalam lanjutan pekan ketiga Superliga Romania pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 21.30 waktu setempat di Stadion Arcul de Triumf. Pertandingan ini berlangsung di tengah gelombang protes suporter dan kondisi lapangan yang memprihatinkan setelah FCSB tersingkir dari Liga Konferensi Eropa.
Sebelumnya, FCSB dipastikan gugur pada putaran kedua kualifikasi Liga Konferensi Eropa usai kalah agregat 3-7 dari klub asal Latvia, FK Auda. Setelah kalah 2-3 pada leg pertama, FCSB kembali menderita kekalahan telak 1-4 di Riga pada pertandingan leg kedua yang digelar Kamis pekan sebelumnya.
Kekalahan tersebut memicu aksi protes dari kelompok suporter Peluza Nord. Lider kelompok ultra tersebut, Gheorghe Mustata, memastikan para pendukung tidak akan hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan.
"Protes tetap berlaku. Kami tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan, kami juga tidak akan berada di luar stadion. Kami akan meninggalkan pesan yang harus dipahami oleh semua orang, baik pemain maupun manajemen.
Kami berharap mulai dari Gigi Becali hingga pemain terakhir dapat memahaminya. Kami selalu berada di samping tim saat senang maupun susah," kata Gheorghe Mustata, dikutip dari Fanatik.
Mustata juga menambahkan bahwa janji-janji yang diberikan kepada pendukung tidak terpenuhi musim ini.
"Hal-hal yang terjadi sebelumnya tidak kami permasalahkan dan kami ingin memulai dari awal di liga baru serta di kompetisi Eropa. Banyak hal yang dijanjikan kepada suporter dan kami menunggu. Namun, penantian kami tidak terbalaskan," ujar Gheorghe Mustata.
Aksi boikot tersebut dipastikan bakal berlanjut pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Kami tersingkir dari kompetisi Eropa. Kami tidak mengatakan sekarang untuk mulai menyalahkan kepemimpinan wasit. Itu sangat mengecewakan. Kami akan mempertahankan protes kami, berharap dapat menyampaikan kepada manajemen dan pemain bahwa situasi ini tidak bisa dilanjutkan lagi," kata Gheorghe Mustata.
Ia menegaskan bahwa pendukung tidak layak menerima hasil buruk ini secara terus-menerus.
"Kami adalah tim besar, klub besar, yang paling dicintai di Romania, dan kami sebagai suporter tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini. Saya tidak ingin memberi contoh siapa pun, baik pemain maupun pelatih. Ini adalah awal dari protes kami," ujar Gheorghe Mustata.
Mustata menekankan pentingnya komunikasi terbuka secara langsung dengan pihak klub.
"Saya tidak ingin kita bertengkar melalui media, menyampaikan apa yang harus disampaikan lewat media. Kami adalah pria dewasa, kita bisa bertemu tatap muka dan apa yang perlu disampaikan akan disampaikan secara langsung. Ini adalah protes terhadap semuanya.
Kami sudah muak! Kami telah menerima penghinaan yang ada dan tetap berada di dekat tim saat situasi buruk. Saya lihat kita justru semakin menuju ke arah yang lebih buruk," kata Gheorghe Mustata.
Selain masalah suporter, masalah teknis juga muncul terkait venue pertandingan. Berdasarkan pantauan Digi Sport di Stadion Arcul de Triumf jelang laga, kondisi rumput stadion dinilai sangat buruk, tidak rata, serta terdapat area tanpa rumput yang ditumbuhi bunga. Penyelenggara bahkan harus memasang petak rumput sintetis di pinggir lapangan.
Di sisi lain, komposisi tim FCSB juga mengalami perubahan. Menurut laporan Fanatik.ro, pelatih Marius Baciu menurunkan susunan pemain awal yang terdiri dari Matei Popa, Labonne, Dawa, Batubinsika, Padurariu, Boutoutaou, Gnahore, Toma, Cisotti, Birligea, dan Tavi Popescu. Pemain kunci Florin Tanase tidak masuk dalam daftar starter utama.
Mantan pelatih sepak bola, Marius Sumudica, memberikan komentarnya terkait susunan pemain tersebut.
"Ini adalah tim yang disusun oleh Baciu. Gigi tidak membuat tim ini, saya tahu itu. Olaru telah pergi, FCSB tanpa Tanase seperti makanan tanpa garam dan lada, serta pernikahan tanpa pemusik.
Tanase adalah pemain yang sangat berguna, sangat bagus, dan seorang pemimpin. Dia adalah pemain tim nasional," kata Marius Sumudica.
Sumudica juga mempertanyakan keputusan mencoret Tanase setelah hasil buruk di kompetisi Eropa.
"Sinyal apa yang Anda berikan tiga hari setelah kegagalan kualifikasi? Bahwa Tanase yang bersalah. Saya tidak tahu siapa yang menentukan tim hari ini, tetapi saya ingin percaya bahwa Baciu yang melakukannya," ujar Marius Sumudica.