Banjir Terjang Sumatera Barat Ratusan Warga Dievakuasi Petugas
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Senin (3/8/2026) siang memicu banjir besar di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman. Dampaknya, ratusan warga terpaksa dievakuasi akibat luapan air yang merendam permukiman hingga ketinggian lebih dari satu meter.
Genangan air juga merambah ke sejumlah sarana kesehatan dan pendidikan di Padang. Luapan air tercatat mengganggu aktivitas operasional di Rumah Sakit Islam Siti Rahma dan RSUD Rasyidin, sementara para siswa serta guru di SMP Negeri 27 Padang sempat terjebak di dalam area sekolah.
Di Kabupaten Pauh, cuaca ekstrem mengancam infrastruktur jembatan Gunung Nago yang baru dibangun setelah tersapu banjir besar pada November 2025. Proses evakuasi di berbagai titik masih terus diupayakan oleh petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan.
Kondisi darurat banjir yang meluas di berbagai tempat dikonfirmasi oleh pejabat daerah terkait.
"Sesuai laporan yang masuk, bencana yang terjadi mulai dari pohon tumbang hingga banjir. Di Kabupaten Agam, Padang Pariaman dan Kota Padang sendiri. Khusus Padang, ada lima belas titik warga yang saat ini sedang proses evakuasi," jelas Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab kepada wartawan.
Fokus penanganan saat ini diprioritaskan penuh pada keselamatan para korban terdampak di lapangan.
"Sedang ada upaya evakuasi. Sementara ini, tim fokus pada penyelamatan, sehingga kita belum menghitung berapa banyak rumah terdampak dan data kerusakan lainnya," katanya.
Ketinggian air yang terus meningkat membuat warga kesulitan menyelamatkan diri secara mandiri.
"Kondisi sekarang (air) sudah masuk rumah. Di luar sudah sangat tinggi, hampir setinggi dada orang dewasa," kata salah seorang warga Sungai Sapih Kuranji, Swari Arfan kepada wartawan.
Situasi darurat juga dialami oleh tenaga pendidik yang terjebak di area sekolah yang terendam.
"Mohon bantuan evakuasi, karena tidak bisa kemana-mana," kata salah seorang guru dalam video tersebut.
Penyelamatan terus berlanjut mengingat tingginya curah hujan di area bencana.
"Kami mendapatkan beberapa laporan soal banjir yang terjadi hari ini dan tim sudah kami bentuk untuk melakukan evakuasi," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik kepada wartawan.
Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca buruk diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.