Kasus Serangan Jantung Usia Muda Melonjak Hampir 2 Persen Tiap Tahun
Lonjakan kasus serangan jantung kini makin marak mengintai populasi berusia muda. Berdasarkan data American College of Cardiology, insiden serangan jantung pada kelompok umur muda mengalami peningkatan mendekati 2 persen setiap tahunnya dalam kurun waktu 16 tahun, tepatnya sejak 2000 hingga 2016.
Kondisi ini menandai pergeseran tren yang signifikan dibandingkan dekade terdahulu saat kasus ini tergolong jarang terjadi pada usia muda. Dilansir dari HaiBunda, saat ini sekitar satu dari lima pasien serangan jantung berada di bawah rentang usia 40 tahun.
Meningkatnya tren penyakit ini dipicu oleh dua masalah kesehatan primer yang kian meluas di masyarakat.
"Meningkatkan serangan jantung pada orang muda berkaitan dengan epidemi ganda yang semakin meluas, yaitu diabetes dan obesitas," kata ahli jantung di Northwestern Medicine, R. Kannan Mutharasan, MD.
Selain dua masalah utama tersebut, terdapat sejumlah kondisi medis bawaan yang turut meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung:
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi
- Riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit jantung
Faktor kebiasaan serta gaya hidup sehari-hari juga memegang peranan penting. Pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, serta tingkat stres kronis menjadi pendorong pemicu kerusakan pada arteri koroner dan melemahnya fungsi otot jantung.
"Jika memiliki riwayat keluarga yang kuat terkait penyakit jantung, kamu berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung," tutur Mutharasan.
Mengenali Tanda Gejala pada Usia di Bawah 40 Tahun
Keluhan fisik umum seperti nyeri atau rasa tertekan di dada serta sesak napas terkadang tidak langsung terlihat jelas pada pasien dewasa muda. Terdapat beberapa tanda awal lain yang patut diwaspadai:
- Keluar keringat berlebih tanpa alasan yang jelas
- Sensasi pusing
- Rasa tidak nyaman di area leher, rahang, atau lengan
Khusus pada kelompok perempuan, gejala yang muncul bisa berbeda atau disertai indikasi tambahan. Indikasi tersebut meliputi kelelahan ekstrem, mual, muntah, hingga rasa sakit atau tidak nyaman di bagian perut atas yang kerap disalahartikan sebagai serangan asam lambung.
Pola kemunculan gejala dapat bervariasi pada setiap orang. Ada tanda-tanda yang berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu, namun ada pula yang datang secara mendadak.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Upaya meminimalkan risiko dapat dimulai dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Langkah penting tersebut mencakup konsumsi makanan bergizi, meningkatkan aktivitas fisik, berhenti merokok, memenuhi kebutuhan tidur yang sehat, serta mengelola berat badan.
Pengawasan terhadap kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah juga harus dilakukan secara berkala. Mengetahui indikator angka kesehatan diri serta riwayat penyakit keluarga membantu proses pemantauan risiko sejak awal.
Seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi disarankan mulai menjalani skrining tekanan darah dan kolesterol saat memasuki usia 20 tahun.
"Lakukan pemeriksaan yang sesuai usia seperti pemindaian kalsium koroner. Kamu bisa mulai dengan konsultasi bersama dokter tentang apa yang dapat dilakukan sekarang untuk membantu mencegah penyakit jantung," ujar Mutharasan.