Bencana Hidrometeorologi Terjang Padang Pariaman Akses Jalan Lumpuh

Share

Rangkaian bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026. Peristiwa tersebut dipicu oleh guyuran hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman langsung menerjunkan personel untuk pendataan serta penanganan darurat di berbagai lokasi terdampak. Dampak paling signifikan dialami Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, setelah material longsor menutup total badan jalan.

Sumbatan material tanah longsor tersebut sempat memutus total jalur penghubung utama yang mengarah ke Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

"Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dan kondisi tanah yang labil menyebabkan terjadinya tanah longsor. Untuk sementara tidak ada korban jiwa dan kami sudah berkoordinasi dengan TRC, Dinas Sosial, serta Dinas PUPR untuk penanganan," ujar Hendra Aswara, PJ Sekda Padang Pariaman kepada RRI Padang.

Selain tanah longsor, terjangan angin kencang merobohkan pohon dan menimpa kediaman warga di Korong Cimpago, Nagari Nura Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Kejadian serupa melanda Nagari Bisati Sungai Sariak serta Nagari Kuranji Hilia di Kecamatan Sungai Limau, di mana proses evakuasi dilakukan secara swadaya bersama masyarakat setempat tanpa menelan korban jiwa.

Di tempat terpisah, banjir merendam permukiman di Perum Kasai, Kecamatan Batang Anai dengan genangan setinggi 60 sentimeter. Luapan air juga menggenangi kawasan Nagari Surantiah, Kecamatan Lubuk Alung dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.

Pemerintah daerah mengarahkan alat berat ke titik longsor untuk membuka akses transportasi yang lumpuh serta menyalurkan bantuan logistik darurat ke wilayah terdampak.

"Kami juga sudah menginstruksikan camat dan pemerintah nagari di wilayah terdampak agar segera melakukan evakuasi apabila debit air terus meningkat," kata Hendra Aswara.

BPBD Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan susulan. Warga dapat menyampaikan laporan kebencanaan secara cepat melalui saluran siaga Pusdalops WhatsApp di nomor 0811-6662-114.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author