Pengelola Padel SixNine Buka Suara Soal Penebangan Pohon Bandung

Share

Pengelola lapangan padel SixNine menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif usai Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengancam mempidanakan kasus penebangan 10 pohon peneduh di perempatan Jalan LLRE Martadinata-Jalan Cihapit, Kota Bandung.

Pihak manajemen menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur hukum yang berjalan, meski sampai saat ini mereka mengklaim belum menerima tembusan surat panggilan resmi dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung.

"Saya belum dapat tembusan resminya. Mungkin saya juga enggak tahu apakah itu langsung ke pihak manajemen atau bukan," kata Fajar, pengelola lapangan padel SixNine di Jalan Riau, Senin (3/8/2026).

Manajemen menjamin akan langsung menghadiri panggilan pemeriksaan dari pihak berwenang begitu dokumen resmi tersebut mereka terima secara fisik di lapangan.

"Pasti, kita ikutin prosedur yang berlaku aja. Cuman sampai saat ini kami dari pengelola harian di sini belum mendapatkan tembusan apa pun," tambahnya.

Terkait kronologi di lokasi kejadian, Fajar menjelaskan bahwa arena olahraga tersebut baru mulai beroperasi untuk tahap uji coba gratis pada 20 Juni 2026. Menurut penjelasannya, deretan pohon peneduh di atas trotoar tersebut sudah tidak ada saat pihak pengelola mulai menempati area lahan.

"Pokoknya kita operasi mulai tanggal 20 Juni aja, Pak. Nah penebangan pohonnya kapan, kita kurang paham juga. Karena pas tanggal 20 Juni, kurang lebih begitu (10 pohon di sana sudah ditebang)," tuturnya.

Aksi penebangan liar ini sebelumnya memicu amarah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menggelar inspeksi mendadak di lokasi pada Jumat (31/7/2026). Area bekas penebangan di depan area lapangan padel itu kini telah dipasangi garis kuning penyegelan oleh petugas Satpol PP.

"Wah, ini mah saya marah atuh. Ini saya marah sekali ini. Ini akan kita pidanakan," kata Farhan, seperti dilansir detikJabar.

Berdasarkan rekaman citra satelit Google Earth pada Agustus 2024, terdapat sembilan pohon berdiri tegak yang batangnya dibalut kain khas bendera Kota Bandung di atas trotoar tersebut. Area yang dahulu dimanfaatkan warga dan pedagang untuk berteduh kini rata dengan tanah dan tidak lagi rindang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author