SFA Investigasi Temuan Telur Berwarna Hijau dan Merah Muda di Singapura

Share

Temuan telur berpigmen tidak lazim mengejutkan seorang konsumen di Singapura saat hendak memasak. Peristiwa tersebut terungkap setelah bagian dalam bahan pangan itu menampilkan corak hijau dan merah muda.

Insiden ini dialami oleh seorang pembeli berinisial BG, dilansir dari Detik Food. Pengalaman tersebut bermula saat ia membeli satu wadah telur di kawasan Bukit Panjang pada 15 Juli 2026.

Kondisi aneh ini baru terdeteksi ketika salah satu telur tidak sengaja terjatuh hingga cangkangnya pecah. Momen tersebut mendapati warna yang tidak biasa pada bagian dalam telur.

"Sayangnya, saat memasak saya tidak sengaja menjatuhkan salah satu telur dan menemukan warnanya kehijauan yang tampak tidak layak dikonsumsi," ujar BG.

Kekhawatiran BG berlanjut karena perubahan warna tersebut dinilai berisiko bagi kesehatan. Rasa ragu memicu keputusan untuk membuang seluruh sisa kemasan yang dibeli.

"Warna merah muda dan hijaunya terlihat seperti beracun," kata BG.

Ia membeberkan kekecewaannya atas kualitas bahan pangan yang didapat. Ketakutan itu membuatnya enggan mengonsumsi sisa produk tersebut.

"Saat melihat telur seperti ini, saya merasa takut dan juga kecewa," tutur BG.

Laporan resmi kemudian dilayangkan kepada Singapore Food Agency (SFA) guna mengidentifikasi potensi bahaya. Otoritas keamanan pangan Singapura tersebut langsung merespons dengan menggelar penyelidikan.

Hasil investigasi yang diumumkan pada 20 Juli menyatakan tidak ditemukan pelanggaran aturan keselamatan makanan di lokasi penjualan. SFA menegaskan komitmen pengawasan untuk menjamin kualitas bahan pangan publik.

"SFA menerapkan serta menegakkan berbagai aturan, sementara pelaku usaha pangan harus menjalankan praktik kebersihan dan pengolahan makanan yang baik," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Otoritas juga mengimbau publik untuk aktif melaporkan setiap potensi tindak pelanggaran melalui kanal resmi. Langkah penegakan hukum akan diambil apabila bukti yang terkumpul dinilai mencukupi.

Perubahan warna pada isi telur memang menjadi tanda klinis mengenai tingkat kesegarannya. USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS) mengonfirmasi bahwa warna hijau, merah muda, atau abu-abu mengindikasikan paparan bakteri, sehingga produk tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author